ILMU PENGETAHUAN MODERN, ALAM SEMESTA, DAN TATA
SURYA
Penyusun:
Kevin
Maulana Prasetyo (B74219042)
Kirana
Fahira Achmad (B74219043)
Laili
Atiqoh (B74219044)
MD
Kelas
D2
Dosen Pengampu:
Baiti Rahmawati, M.Sos
PRODI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
SURABAYA
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, syukur kepada Nabi
Muhammad SAW, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Ilmu Pengetahuan Modern, Alam Semesta, dan
Tata Surya.”
Makalah kami membahas
tentang ilmu pengetahuan berkembang, dengan membahas ilmu alamiah sebagai dasar
perkembangan yang meliputi biologi, fisika, dan kimia dan juga membahas proses
alam semesta dan penghuninya.
Kami mengucapkan terima
kasih sebesar-besarnya kepada teman kami yang telah berkontribusi terhadap
pengerjaan tugas kami, yaitu Aida, Putri, Anna, dan juga petugas perpustakaan
UIN Sunan Ampel Surabaya yang memberikan fasilitas refrensi untuk membantu
menyelesaikan makalah yang kami tulis.
Semoga makalah ini
mampu menambah pengetahuan, khususnya bagi kami sebagai penyusun dan umumnya
bagi pembaca. Kami juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi
kemajuan dan kesempurnaan makalah kami. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
manusia hanya mampu ikhtiar dan tawakal secara maksimal. Kami meminta maaf jika
terjadi banyak kesalahan maupun informasi didalam makalah yang kami tulis.
Untuk itu kami ucapkan terimakasih
Surabaya, 10 Februari
2020
Tim Penyusun
Daftar Isi
Kata
Pengantar
Daftar Isi
Ilmu Pengetahuan Modern, Alam Semesta, dan Tata Surya
A.
Ilmu Pengetahuan
1.
Biologi ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan
Islam
2.
Fisika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan
Islam
3.
Kimia ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan
Islam
B. Proses
Terbentuknya Alam Semesta
1.
Proses Terbentuknya Alam Semesta Menurut Al-Qur’an
2.
Teori-teori Terbentuknya Alam Semesta
3.
Penciptaan Bumi
4.
Penciptaan Langit
C. Anggota
Tata Surya
1. Matahari
2. Planet
3. Komet
4. Asteroid
5. Meteor
6. Satelit
D. Awal Mula Kehidupan di Bumi
E. DASAR KONSEPSI KEHIDUPAN DALAM AL-QURAN
Kesimpulan
Saran
Daftar Pustaka
ILMU
PENGETAHUAN MODERN, ALAM SEMESTA, DAN TATA SURYA
A. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah
suatu kemauan, kesadaran, dan keinginan untuk melakukan usaha yang didapatkan
dari hasil pemeriksaan-pemeriksaan tertentu terhadap suatu hal yang
kebenarannya sudah teruji secara ilmiah. Sedangkan kebenaran agama bersifat
mutlak (absolut), karena agama adalah wahyu yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha
Benar, Maha Mutlak, dan Maha Sempurna, yaitu Allah SWT.. Ilmu pengetahuan dapat
diperoleh dari kegiatan sehari-hari yang dilakukan. Ilmu yang diperoleh pun
dapat mengenai ilmu yang bersifat positif maupun negatif.
Kebenaran dalam ilmu
pengetahuan juga belum tentu menjadi sisi terkuat, melainkan juga ada sisi
kelemahannya. Maka dari itu kebenaran hal-hal dari ilmu pengetahuan pun belum
tentu bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan manusia, melainkan
kebenaran-kebenaran yang lain pun harus diikutsertakan untuk melengkapi ilmu
pengetahuan yang telah diperoleh.[1]
Keterbatasan pengetahuan bukan saja berarti ketiadaan ilmu,
tetapi juga ketidakmampuan memilah, mengamalkan dan menyosialisasikannya.
Terkadang kita tidak mengetahui apa yang kita kehendaki. Kita tidak mampu
membedakan mana yang utama dan mana yang tidak, mana yang penting dan mana yang
tidak penting, mana keinginan dan mana keperluan.[2]
Pada dasarnya, ilmu
pengetahuan memang bersifat netral, tetapi jika pemanfaatannya tidak terarah
dan terkendali atas dasar nilai-nilai kemanusiaan, maka dapat membahayakan.
Perkembangan ilmu pengetahuan ini selain memberi banyak keuntungan di masa yang
akan datang, namun juga memberikan resiko yang cukup besar. Arah perkembangan
ilmu perlu diperhatikan dan dilandasi atas dasar nilai-nilai kemanusiaan yang
ada.
Ilmu pengetahuan dalam
islam merupakan suatu hal yang sangat dihormati, banyak hal-hal yang dapat
dirujuk mengapa hal tersebut dikatakan hal yang sangat di hormati.[3]
Ilmu pengetahuan adalah suatu hal yang sangat terpuji dan memiliki guna yang
sangat bermanfaat, dimana jika mempelajari tentang ilmu pengetahuan ini dapat
membawa manusia untuk lebih dekat dengan Allah..[4]
Ada ayat-ayat al-Qur’an
dan hadits Nabi SAW. yang menunjukkan bahwa siapapun yang memiliki dan mau
belajar tentang ilmu pengetahuan maka derajatnya akan dinaikkan oleh Allah
SWT.. Banyak pembahasan ilmu lain yang mengaitkan banyak hal didalamnya,
seperti ekologi yakni membahas interaksi antara makhluk hidup yang ada di
habitatnya, taksonomi yakni suatu konsep yang membahas tentang
pengklasifikasian mahkluk hidup, evolusi merupakan tentang perubahan makhluk
hidup baik secara morfologi atau anatomi, dan genetika.[5]
1. Biologi ditinjau
dari Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
Ilmu biologi (science) memiliki konsep yang membahas
berbagai pengetahuan tentang proses-proses perkembangan kehidupan. Biologi
adalah ilmu yang ambivalen
dikarenakan mencakup dua komponen, yakni komponen materi dan non-materi. Biologi merupakan salah
satu ilmu yang ikut memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dengan
mempelajari biologi, secara tidak langsung kita juga mengasah kemampuan
berpikir logis, sistematis, dan kreatif terhadap suatu masalah.
Ada tiga struktur utama keilmuan biologi
sebagai berikut:
a. Aspek Ontologi (aspek keilmuan), yakni aspek yang di
pelajari biologi adalah makhluk hidup.
b. Aspek Metodologi (cara mempelajari), yakni cara belajar
biologi dengan metode ilmiah.
c. Aspek Aksiologi (manfaat ilmu), yakni ilmu biologi
yang mempunyai manfaat bagi ilmu itu sendiri dan bagi manusia.
Biologi dapat dipandang
sebagai hal yang menjelaskan berbagai macam pesan dan contoh-contoh berbagai
aspek yang ada didalam kehidupan. Biologi juga merupakan ilmu yang sistematis
dan dapat dirumuskan atas dasar pengamatan dan penelitian yang sudah dilakukan.
Sejak perkembangan mulai muncul, ilmu biologi mengungkapkan bahwa mungkin
revolusi makhluk hidup akan muncul di masa yang akan datang.
Semua makhluk
hidup tersusun atas senyawa air bahwa bahan pembentukan sel yakni sitoplasma
yang terdiri dari 80% air, karena sel-sel atau bahkan organisme ternyata telah
terbukti dengan penemuan pakar yang menyatakan jika sel-sel atau organisme
memang tumbuh diatas air dan anatominya terdiri hampir 60% dari air.[6]
Aristoteles
mengungkapkan bahwa hal yang mencakup dalam filosofi alam adalah ilmu dibidang
fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan yang lainnya.[7] Ia
berpendapat tentang teori yang berjudul Abiogenesis
atau Generation Spontanea menjelaskan
bahwa terjadinya kehidupan makhluk hidup bermula dari benda mati, namun banyak
juga pakar biologi yang menyebutkan bahwa teori dari Aris Toteles itu merupakan
teori yang tidak benar.[8]
Maka muncullah juga
teori yang dikemukakan oleh pakar yang lain yakni, Omne Vivum Exovo dan Omne
Ovum Exvivo, yang artinya bahwa mahluk hidup berasal dari telur dan semua
telur berasal dari mahluk hidup.
Berikut adalah penjelasan dari
beberapa teori yang dikemukakan oleh
para ahli:
1. Generartion
Spontanea
Teori yang dimiliki
oleh Aristoteles menjelaskan bahwa makhluk hidup itu terbentuk begitu saja
dengan asal dari benda mati.[9]
Contohnya adalah ulat timbul dari bangkai, seperti ketika ada suatu bangkai hewan
atau benda mati yang lain, bangkai tersebut mulanya adalah suatu benda yang
mati, tidak ada kehidupan didalamnya, namun karena proses alamiah yang terjadi
didalam bangkai tersebut, maka terjadilah proses pembusukan dengan pengeluaran
berbagai macam bakteri yang ada didalam bangkai, sehingga muncullah bakteri
yang dapat menimbulkan tumbuhnya ulat tersebut didalam bangkai hanya karena
bakteri-bakteri pembusukan yang mendorong terjadinya proses munculnya ulat.
2. Teori Biogenesis
Sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, orang lebih berfikir lebih ilmiah. Para
ilmuwan tidak percaya begitu saja dengan teori tanpa ada pembuktian yang
sifatnya ilmiah. Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk
hidup sebelmunya.
3. Omne Vivum Ex
Ovo dan Omne Ovoum Ex
Vivum
Hipotesis ini mengartikan bahwa kehidupan dapat terjadi karena telah ada kehidupan sebelumnya. Dapat
disebut juga makhluk hidup berasal dari telur dan semua telur berasal dari
makhluk hidup.
4. Omne vivum ex vivo
Pakar
ahli menjelaskan teori ini adalah teori yang berisi bahwa semua makhluk hidup
juga berasal dari makhluk hidup yang lainnya. Seorang ahli berpendapat
bahwa organisme tidak akan tumbuh tanpa adanya udara, udara dibutuhkan untuk
menyokong kehidupan
5.
Cosmozoic Theory / Cosmozoan
Teori
ini tidak diterima oleh banyak ilmuwan, sebab teori ini menyatakan bahwa asal
mula makhluk hidup di bumi berasal dari spora kehidupan yang berada luar
angkasa atau luar bumi. Pendapat ini sangatlah lemah karena tidak didukung oleh
fakta-fakta.
6. Teori Penciptaan (Special Creation)
Teori ini berpendapat
bahwa makhluk hidup diciptakan oleh sang pencipta / tuhan alam semesta itu
sendiri. bersumber dari agama dan kitab-kitab yang dianut.
Ilmu
biologi mulai berevolusi dan menyebabkan banyak kelompok zat-zat yang telah
terbentuk bersama-sama dengan air untuk membentuk suatu sel yang dapat
memunculkan suatu kehidupan kecil (organisme). Perkembangan
biologi berjalan begitu pesat seperti adanya berbagai aspek yang dilihat oeh
para ahli biologi, bahwa biologi memiliki sistem tumbuh menurut pola evolusi,
mulai dari partikel subatomik, atom, molekul, sistem organ, individu, spesies,
populasi terhadap sekumpulan makhluk hidup yang menempati biosfer.[10]
Berikut adalah berbagai perkembangan biologi dari berbagai aspek:
1. Biologi Struktural
Ilmu biologi yang telah
berkembang dari beberapa partikel yang telah berkumpul dan akhirnya dapat
menghasilkan bentuk kehidupan, dan
bentuk kehidupan baru adalah mulai dari sel.
2. Biologi Fungsional
Makhluk hidup umumnya
membutuhkan energi yang digunakan untuk tumbuh berkembang dan bergerak sampai
pada umur yang sangat lama. Maka makhluk hidup memerlukan sumber energi yang
cukup untuk melanjutkan kehidupan.
3. Biologi Lingkungan
Lingkungan merupakan
pengaruh utama dari makhluk hidup, dimana makhluk hidup melakukan sebagian
besar aktifitasnya di lingkungan yang terdiri atas cahaya, udara, tanah dan
lainnya. Adanya interaksi antara mahkluk hidup dan lingkungan dapat terus
melanjutkan eksosistem yang ada.
Peranan biologi
memegang peranan yang sangat penting untuk mengikuti berbagai perkembangan
zaman. Banyak perkembangan ilmu biologi yang dapat terkait dengan perspektif
Islam, dimana banyak ilmu pengetahuan tentang biologi yang terkait dengan
ayat-ayat suci al-Qur’an. Banyak hakikat-hakikat ilmiah yang muncul di dalam
al-Qur’an yang tidak dikenal bahasanya pada masa turunnya, namun semua terbukti
kebenarannya. Banyaknya paradigma-paradigma yang muncul didalam ilmu biologi ini,
namun Islam juga menolak berbagai paradigma yang tidak masuk akal dalam segi
perspektif agama Islam.
Ilmu Biologi dalam
pandangan Islam menjelaskan bahwa makhluk hidup memiliki dua dimensi sekaligus,
yakni jasmani dan rohani. Dalam al-Qur’an surah Al-Ghasyiyah [88]: 17-20
menegaskan bahwa “tidaklah kamu melihat bagaiman
unta diciptakan, bagaimana langit ditinggikan, bagaimana bumi dihamparkan dan
fenomena alam lainya sehingga menimbulakan kesadaran bahwa tuhan menciptakan
alam semesta dan seisinya ini tidaklah sia-sia belaka”.
Atas dasar ini, ilmu biologi berada di dalam perspektif aksiologi
dimana tindakan dari ilmu-ilmu biologi ini tetap terkait dengan nilai-nilai
ketuhanan sebagaimana yang terkait dengan aturan agama Islam, seperti melakukan
rekayasa genetika merupakan tindakan yang diperbolehkan asal masih berada di dalam
nilai-nilai agama.
Untuk sampai pada
kesimpulan Allah sebagai asal-usul kehidupan, Biologi baru menyusun sebuah
teori evolusi “alternatif” yang bertujuan untuk mengoreksi adanya kekurangan
teori evolusi yang telah dibangun oleh Darwin dan para neo-Darwinis.[11]
Unsur yang menonjol dalam teori kosmologi baru tersebut adalah bahwa perubahan
kecil dalam unsur tetap fisik dapat menghasilkan suuatu ala semesta yang tidak
dapat dihuni.
Kebanyakan ahli melihat
bahwa sebenarnya pendirian Darwin akan membuang segala bentuk biologi yang
berbicara tentang kemungkinan adanya Tuhan. Dalam argumen tradisional
berdasarkan rancangan, dinyatakan bahwa baik
betuk biologis ataupun kondisi fisik yang mendukung dalam kehidupan pati
merupakan karya seorang perancang intelijen, karena tidak mungkin terfikirkan
hal tersebut dpat muncul secara kebetulan.[12]
Pada kenyataannya, seleksi alamiah gagal dalam memproklamirkan sebagai biologi
yang benar atau sahih.
Umat Islam merupakan yang pertama menyatukan segala ilmu pengetahuan warisan
kemanusiaan, lalu dikembangkan terus dengan menambah banyak unsur yang nantinya
akan menjadi ilmu yang sangat-sangat dibutuhkan di masa yang akan datang.
2. Fisika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan
Islam
Fisika umumnya dinilai
sebagai bagian dari ilmu alam (natural
science) yang mempelajari tentang fenomena yang berhubungan dengan alam
baik dari segi hayati maupun non-hayati. Ilmu fisika merupakah salah satu ilmu
yang sangat erat kaitanyya dengan kehidupan manusia. Ilmu fisika akan berguna
bagi manusia apabila sudah diwujudkan dalam bentuk hasil teknologi.
Salah satunya adalah mempelajari tentang
energi, apakah benar bahwa alam semesta ini dijalankan oleh energi? Apakah
energi asal mulanya memang dari alam semesta?, banyak teori yang mengatakan
bahwa energi adalah suatu gerakan. Fisika merupakan suatu ilmu yang menjadikan
fakta sebagai hakikat utamanya, maka para ahli melakukan banyak eksperimen dan
penelitian untuk mengetahui benar atau tidaknya dari sebuah teori yang
bermunculan. Para ahli melakukan penyelidikan informasi, penyusunan, dan
menguji berbagai gagasan yang telah diperoleh, seperti dari kegiatan yang
diamati, pengalaman, dan proses ilmiah yang terjadi.
Ilmu fisika merupakan
ilmu yang sifatnya mendasar, mulai dari hukum dasar, dan teori-teori yang
dasar. Adanya ilmu fisika ini, dapat mendorong tentang kemajuan teknologi yang
ada. Teknologi berusaha mengembangkan berbagai konsep untuk melakukan
perkembangan pengetahuan dengan melakukan berbagai penelitian. Banyak manusia yang
berpikir bahwa ilmu fisika merupakan ilmu yang sangat penting bagi umat manusia
Banyak revolusi ilmiah yang terjadi, maka ilmu fisika pun berkembang
begitu pesat. Salah satunya adalah prinsip newton yang dijadikan dasar ilmu
fisika.[13]
Hukum newton berlaku pada mekanika klasik, yakni mekanika yang bergerak dengan
kecepatan yang rendah. Banyak temuan-temuan yang menguatkan akan kehadiran
fisika klasik, bahkan revolusi-revolusi industri pun menjadi simbol kemajuan
yang juga dipengaruhi olek fisika klasik.
Aristoteles, seorang filsuf Yunani lebih berorientasi kepada sains dan
siklus sejarah dimana ketia ia melakukan sebuah riset, selalu menggunakan metode
induksi yang mana semua hasil penelitian yang dilakukan atas dasar dari
fakta-fakta khusus yang ada.[14]
Fisika klasik lahir pada permulaan abad ke-17 yang ditandai dengan penemuan
para ahli fisika, yaitu Johannes Kepler, Galilei, dan Sir Issac Newton.
Namun, fisika klasik mulai tergusur dengan kehadiran fisika modern pada
abad ke-20. Fisika modern muncul sebagai respon utama terhadap keterbatasan
yang dimiliki oleh fisika klasik dan berusaha melampaui
keterbatasan-keterbatasan tersebut menjadi rumusan baru agar lebih mudah
dipahami. Perkembangan fisika ini memanglah sebuah fakta, dimana ada beberapa
teori popular yang dikenal masyarakat, yaitu Teori Relativitas dan Teori
Kuantum.[15] Suasana perkembangan
ilmu fisika ini pun ikut mempengaruhi manusia, semua ilmu dapat lebih diluaskan
dan dipelajari lebih dalam lagi bagi manusia. Berjalannya waktu pun, sikap
manusia mulai mengikuti perkembangan ilmu fisika yang ada.
Fisika yang dikenal Islam pada saat ini yaitu tidak berhubungan
langsung dengan klasifikasi ilmu pengetahuan tradisional. Kaum muslimin
memiliki perhatian khusus untuk lebih mempelajari tentang optik dan fenomena
cahaya. Ibnu Al-Haystam menulis sebuah kitab yang berjudul Al-Munazhir (Thesaurus
Optical), kitab tersebut membahas lebih tentang optik. Menerapkan metode
eksperimen untuk mempelajari beberapa fenomena cahaya dan melakukan penelitian
terhadap refraksi dan lain-lain. Bidang lain yang diperdalam oleh kaum muslimin
yaitu tentang gerak, dimana bidang ini juga terkait dengan penentuan berat
secara spesifik.
Ibnu Khaldun dalam Al-Muqaddimah juga
mendefinisikan ilmu fisika sebagai ilmu-ilmu yang meneliti tentang benda-benda
dari segi gerak dan diamnya.[16] Karena
itu, ilmu ini meneliti tentang benda-benda langit dan unsur-unsur, serta segala
sesuatu yang terlahir darinya seperti binatang, manusia, tumbuh-tumbuhan, dan
barang-barang tambang, yang terbentuk di dalam perut bumi seperti mata air dan
gempa, dan di udara seperti awan, uap, petir, kilat dan lainnya.
Ada salah satu teori yang dianggap sebagai penemuan terbesar, yaitu
Teori evolusi Darwin, sedangkan pada saat itu Abd Ar-Rahman Ibn Khaldun sudah
menulis teori yang sama seperti teori evolusi Darwin, namun Abd Ar-Rahman Ibn
Khaldun telah menulis hal tersebut lima abad sebelum teori dari Darwin
dikemukakan. Hal tersebut telah diyakini oleh umat muslim bahwa semua ilmu
pengetahuan pun berasal dari Allah. Ada beberapa contoh ilustrasi:
a. Teori bahwa bumilah
yang merupakan pusat peredaran alam semesta, namun didalam al-Qur’an tidak
pernah menyebutkan bahwa bumi beredar untuk alam semestanya, tetapi matahari,
bulan, dan bintang saja yang beredar.
b. Teori yang
mengatakan bahwa besi magnet dapat digunakan sebagai pembangkit energi yang
tidak ada habisnya. Ada dalil yang menyatakan bahwa Allah. menciptakan besi
yang di dalamnya terdapat kekuatan yang tak terbatas, yang ditafsirkan sebagai
energi.
c. Teori yang
membuktikan bahwa ada 7 lapis atmosfir, dan di dalam al-Qur’an menyatakan bahwa
Allah SWT. telah menciptakan langit sebanyak tujuh tingkatan.
3.
Kimia ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
Ilmu kimia merupakan salah satu cabang dari ilmu alam yang berkaitan
dengan teori dan eksperimen. Pada hakikatnya ilmu kimia mempelajari fenomena
alam hayati maupun non-hayati berdasarkan prinsip yang berlaku dengan struktur,
ikatan, dan reaksi kimiawi.[17]
Pembelajaran tentang ilmu kimia sendiri dibutuhkan pikiran yang lebih kritis
dan juga bersikap tanggap dan kreatif terhadap apa yang sudah dipraktekkan.[18]
Kebanyakan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain juga menjadikan ilmu kimia sebagai
bantuan untuk melakukan perkembangan ilmu yang lain. Ilmu kimia memiliki
kedudukan yang penting, karena ilmu kimia sendiri dapat menjelaskan secara
molekuler terhadap fenomena yang bersifat makro.
Ilmu
kimia merupakan cabang dari ilmu alam yang mempelajari komposisi, struktur,
sifat dan perubahan materi. Ilmu kimia terutama berkaitan dengan atom dan
molekul serta interaksi dan transformasinya, misalnya sifat ikatan kimia yang
terbentuk antar atom untuk membentuk senyawa kimia. Ilmu kimia juga mempelajari
keterlibatan elektron dan berbagai bentuk energi dalam reaksi fotokimia, reaksi
oksidasi-reduksi, perubahan fasa materi, dan pemisahan campuran. Preparasi dan
sifat-sifat senyawa kompleks, seperti paduan, polimer, molekul biologis, dan
senyawa farmasi termasuk dalam bidang kimia khusus.
Secara
historis, pada awal perkembangan ilmu kimia hanya berkaitan dengan kimia
anorganik, yaitu kimia tentang zat yang tidak terkait dengan makhluk hidup.
Analisis yang rumit diperlukan untuk menemukan eksistensi berbagai unsur dan
kombinasi antar unsur, seperti bagaimana mekanisme pembentukan berbagai senyawa
yang relatif sederhana yang ditemukan dalam batuan, tanah, dan sebagainya. Pada
era tersebut ilmu kimia sangat penting bagi ilmu fisika. Interaksi antara kedua
ilmu itu sangat besar.
Ilmu kimia berkembang sebagai ilmu pengetahuan pada abad ke-17 setelah
Antonie Laurent Lavoisier mengenalkan metode baru, yaitu metode ilmiah. Metode
ini melakukan pengamatan yang berkaitan dengan kenyataan, memperluas
pemikiran-pemikiran, dan akhirnya bisa menemukan kesimpulan yang tepat.
Lavioser seorang ahli kimia, melakukan penyelidikan atas pembakaran
zat-zat besi dan zat-zat lainnya. Penyelidikan membuahkan hasil, dimana
ternyata ketika zat-zat tersebut di bakar, maka hasil pembakaran pun akan
memiliki massa yang lebih besar dari zat semula yang telah dibakar. Dapat
disimpulkan bahwa pembakaran merupakan suatu peristiwa bernyawa yang terkait
dengan oksigen yang ada didalam udara.
Kreativitas
merupakan kemampuan untuk memunculkan ide-ide baru dan berdaya cipta. Hal ini
merupakan potensi yang perlu mendapatkan apresisasi oleh guru melalui penerapan
metode dan penggunaan media pembelajaran. Siswa yang kreatif memiliki ciri
antara lain keingintahuan yang berlebih, daya kreasi dan imajinasi yang tinggi
pula. Sehingga siswa yang kreatif mampu memahami halhal yang bersifat kongkret
dan abstrak.[19]
Peradaban Islam di era kejayaan telah melakukan revolusi dalam bidang
kimia, dengan memanfaatkan ilmu kimia, para ilmuwan muslim di era tersebut
berhasil menghasilkan penemuan-penemuan yang hebat dan dapat dirasakan manfaatnya hingga sampai sekarang.
Ilmuwan muslim pada saat itu juga mulai
menerjemahkan buku-buku Yunani kuno, mereka berpikir bahwa pemikiran kimia yang
dimiliki oleh orang Yunani kuno merupakan ilmu kimia yang bercampur dengan
hal-hal mistik.[20]
Namun peradaban Yunani pada saat
itu hanya sebatas mengeluarkan hipotesis-hipotesis yang masih kurang jelas,
sedangkan di peradaban Islam, lebih mengenalkan tentang observasi, eksperimen,
dan penelitian sebagai dokumentasi bukti kebenaran. Ilmuwan muslim mengklaim
bahwa hal tersebut kurang cocok bagi umat muslim untuk mempelajari lebih dalam
tentang ilmu kimia, maka para ilmuwan cenderung untuk melakukan eksperimen pada
materi hewan, tumbuhan, dan mineral alam.[21]
Ilmu kimia juga mendapat perhatian yang sama dengan ilmu alam yang
lainnya terhadap al-Qur’an. Berikut adalah contoh ayat yang terkait dengan ilmu
alam:

“Mahasuci Allah yang telah menciptakan
pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari
mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. ”
Ayat tersebut membuat
manusia untuk lebih memikirkan kehidupan dan proses penciptaan yang dilakukan
Allah SWT. untuk mendorong manusia melakukan berbagai eksperimen agar
memunculkan suatu penemuan yang baru.
B.
Proses Terbentuknya Alam Semesta
Ilmu pengetahuan sangat
luas, kadang-kadang berhadapan dengan masalah yang sangat kecil umumnya seperti
sel tetapi kadang-kadang dihadapkan dengan masalah yang sangat besar ukurannya
seperti alam semesta. Mikrokosmo mempelajari hal-hal yang sangat kecil
ukurannya. Sel atom, proton dan elektron merupakan beberapa contoh dari
mikrokosmos sedangkan alam semesta termasuk dalam makrokosmos[22]
setelah Galilie (1564-1642) menemukan teleskop semakin banyak benda-benda
langit yang ditemukan. Namun bukan berarti sebelum ditemukan teleskop para
ilmuan tidak memperhatikan gerak gerik tata surya. Alam merupakan segala
sesuatu selain allah yang ada dilangit dan juga di bumi, secara filosofis alam
merupakan kumpulan subtansi yang tersusun dari materi dan bentuk yang ada
dilangit dan dibumi. menurut Abu Al-Ainain menyebutkan alam semesta dalam dalam
filsafat dengan istilah Al-kaun yang berarti segala sesuatu yang
diciptakan Allah, yang yang mencakup nama segala jenis makhluk baik yang dapat
dihitung maupun yang dapat di deskripsikan saja [23]
Sains
menjelaskan fenomena alam dan logika sebab akibat melalui berbagai proses
pengamatan, observasi, penelitian, uji coba dan sebagainya dan itu bersifat
rasional, impiris, deduktif dalam ilmu sains dan sekarang ada pengetahuan
ilmiah yang bertahun-tahun di Al-Quran sudah ada karena Al-Quran sifatnya
deduktif oleh karena itu ilmu sains ini memperkuat Al-Quran.[24]
Pada awal abad ke-20
salah satu teori menyatakan bahwa planet-planet terbentuk dari sebagian bahan
matahari yang terlempar keluar disebabkan karena bintang lain yang bergerak
mendekati matahari. Sehingga terjadi gaya tarik bergerak mendekati matahari,
gaya tarik dari bintang menyebabkan sebagian bahan matahari terlempar keluar
dan membentuk planet teori ini berbeda dengan yang dikemukakan oleh Imanuek
Khan dan Laplace dan disempurnakan oleh Gerald P Kuiper dan CF Van Wiszacker di
kenal dengan nama teori kondensasi. Teori kondensasi menyatakan : mula-mula ada
kabut gas dan debu atau nebula karena mendingin lalu menyusut dan berputar lama
dan semakin cepat berbentuk bulat pipih seperti cakram. Kebanyakan bahan berada
di tengah dan membentuk matahari sedangkan bahan yang keluar membentuk
planet-planet jika tata surya tersebut sesuai dengan teori ini, tentu akan
terdapat banyak tata surya[25]
Alam semesta mula-mula
dalam keadaan mampat, tidak menetap dan meledak melemparkan gumpalan besar dan
melayang dari tempatnya mengembang bergerak menjauh. Maka terbentuklah Galaksi,
sebagian memadat membentu planet-planet bila jarak antar galaksi dapat
ditentukan, maka umur alam semesta ini dapat ditentukan, yaitu dngan cara
membagi jarak dan kecepatan mengembangnya menurut perhitungan umur alam semesta
ini kurang lebih berumur antara sepuluh sampai lima belas milyard tahun.
Menurut
Brandon Carter, alam semesta tidak memiliki pilihan lain kecuali apa yang sudah
terjadi pada dirinya demi menyediakan syarat-syarat bagi keberadaan manusia[26].
Pandangan ini lah yang di koreksi oleh Al-Quran secara jelas dan tegas Al-Quran
mewajibkan manusia memerhatikan lagit dan bumi, memikirkan dan merenugkannya
dengan manusia merenungkan hal tersebut manusia dapat mengakui kebesaran Allah
SWT selaku pemilik alam semesta dan seisinya. manusia dapat memahami posisi dan
perannya di alam semesta yaitu menjadi pemelihara pengatur dan pendaya guna
alam demi kemaslahatan manusia dan lingkungan.
1. Proses
Terbentuknya Alam Semesta Menurut Al-Quran
Jika Allah menghendaki
sesuatu makai a tinggal mengatakan “Kun” maka ajan jadilah sesuatu tersebut
secara nyata.[27]
Seperti yang telah dituliskan dalam Al-Quran, Allah berfirman dalam surah
yaasiin ayat 82:
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
“Sesungguhnya urusannya-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu
hanyalah berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah ia.”
Tepat
pada waktu nol berlakulah perintah Allah. maka pada masa itu seecara otomatis
terciptalah ruang dan dan waktu melalui proses pencitan alam semesta ini. Allah
berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
Berdasarkan keterangan ayat ini, langit dan bumi pada mulanya
adalah suatu yang padu (fatq), kemudian kesuanya terisah satu sama lain. Dengan
kata lain langit dan bumi muncul pertama kalinya menjadi ada melalui perostiwa
pemisahan atau pemecahan (fataqa) struktur dari “fatq”. Titik unggul itu
meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya
terpisah , dan dalam peristiwa tersebut terbentuklah bangunan dan tatanan
keseluruhan alam semesta.
Apa yang diterangkan di dalam Al-Quran bersesuaian
denganpenemuan ilmu pengetahuan masa kini dimana kesimpulan yang didapat
astrofisika saat ini menyebutkan bahwa keseluruhan alam semesta beserta dimetri
alam dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa
yang terjadi hanya sekejap. Peristiwa ini yang dikenal dengan “Big Bang”.
Mengenai
pembentukan alam semesta Al-Quran telah menjelaskan secara terperinci dan
didalam Al-Quran dijelaskan bahwa penciptaan alam semesta dilakukan secara
bertahap hal ini dapat diketahui melalui firman Allah surat Al-Anbiyah ayat 30:
“dan apakah
orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu
adalah sesuatu yang padu kemudian kami pisahkan antara keduaya. dan dari pada
air kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapa merekah tidak juga
beriman”
Penciptaan alam semesta
juga berati mrngikuti proses yang telah ditentukan oleh allah yaitu selama enam
masa sesuai dengan surat Al-A’raf ayat 54 enam masa penciptaan alam semesta
dibagi menjadi dua masa untuk penciptaan langit dan bumi seperti yang diterangkan dalam surat fusillat
ayat 9 dan 12 sedangkan penciptaan mahluk hidup dibumi membutuhkan waktu empat
masa seperti yang diterangkan dalam surat fussilat ayat 10. [28]
2. Teori-teori Terbentuknya Alam Semesta
a. Steady state theory
Teori ini menyatakan
bahwa alam semesta dimana pun selalu sama. Alam semesta terjadi pada suatu saat
tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama
dalam teori ini juga menyatakan bawasannya galaksi tumbuh dan mengalami
penuaan.
b.
Big Bang Theory
Teori ini dikembangkan
oleh George Lameitre teori ini menyatakan bahwa adanya masa yang sangat besar
dan memiliki masa jenis yang sangat besar karena adanya reaksi inti menyebabkan
ledakan yang sangat besar masa tersebut mengembang dengan cepat menjauhi pusat
ledakan.[29]
ketika alam semesta mengembang, suhu materi semakin turun dan terbentuk banyak
helium, deutrium dan unsur-unsur ringan lainnya. kondisi ini sesuai dengan
kenyataan yang terjdi pada alam semesta dengan asap yang melimpah yang
merupakan 90% dari semua materi kosmos ini. dengan gerak acak awan-awan
tersebut atom-atom bergabung secara kebetulan untuk membentuk kantong-kantong
gas yang padat dari peristiwa ini lah muncul bintang-bintang.[30]
c. Teori mengembang dan memampat
Teori ini di kenal
dengan nama teori ekspansi dan kontraksi teori ini menyatakan bahwa jagat raya
terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang di awali dengan masa
ekspansi(mengambang) yang disebabkan adanya reaksi inti hidrogen pada tahap ini
terbentuklah galaksi-galaksi. proses ini
berlangsung kurang lebih 30 milyard tahun selanjutnya bintang-bintang dan
galaksi yang sudah terbentuk akan meredup dan memampat yang di dahului oleh
pancaran panas yang sangat tinggi, setelah keadaan memampat yaitu proses berkembang dan kembali lagi memampat[31]
d. Teori Evolusi
Charles Darwin adalah
orang yang telah mencetuskan teori ini sebagaimana yang telah diyakini selama
ini. Darwin mda sangat takjub dengan beragam spesies binatang dan yang paling
utama burung yang paling dia senangi
yaitu burung finch dari galapagos. Ia berangapan variasi pada paruh burung di
sebabkan karena adaptasi dari habitatnya. Ia menduga bahwa asal usul kehidupan
dan sepesies berdasar pada adaptasi lingkungan. Ia menyatakan bawasanya makhluk
hidup berdasarkan nenek moyang yang sama.
Namun ada yang menytakan bawasanya teori
evolusi ini palsu atau tidak benar sejak awal teori evolusi ini telah gagal di
dukung dengan bukti-bukti sebagai berikut
a.
Evolusionis
tidak mampu menjelaskan proses pembentukan satu proteinpun.
b.
Evolusi hanya
sebuah kepercayaan, karena evolusionis tidak memiliki bukti untuk membuktikan
teori mereka
Banyak spesies di bumi ini yang mirip satu sama lain misalnya jenis
serangga dan kucing dengan kuda namun malah bukan menjadi perhatian yang serius
di bandingkan dengan kemiripan manusia dan kera. Kemiripan manusia tidak
memiliki pengaruh yang signifikan dan adalah aneh jika mencari mata rantai
evalusi keduanya. Hanya memiliki kemiripan yang sama.[32] Alam
semesta terdiri dari bumi dan langit. Didalam Al-Quran di sampaikan allah
menciptakan alam semesta ini dalam enam masa dalam sains enam masa ini
diartikan dengan enam periode yang jarak satu masa dengan masa yang lain
terpaut cukup lama secara terperinci enam masa tersebut dibagi sebagi berikut.
Masa pertama terjadinya
ledakan Big Bang sebagai awal terciptanya ruang dan waktu. Masa kedua
terjadinya alam semesta yang mengambang, benda langit berjatuhan (langit
semakin tinggi) Masa ketiga allah menciptakan matahari yang bersinar dan bumi
mulai berotasi Masa keempat ditandai dengan allah menghamparkan bumi,
terbentuknya dari lontaran sebagian kulit bumi Masa kelima ditandai dengan
penciptaan kehidupan dan air Masa keenam allah meninggikan gunung-gunung. [33]
Alam semesta diciptakan
seperti menyerupai bola besar, yang dindingnya menyatu dengan tiang-tiang
didasarnya. Ilmiah menyatakan kontruksi seperti bola ini lah yang menyebabkan
suatu kontruksi tidak memerlukan tiang. Ini lah alasan langit yang luas dan beserta
isinya tidak jatuh kebawa.
3. Penciptaan
Bumi
Allah menciptakan bumi
beseerta isinya dalam 2 masa yaitu masa kelima dan ke enam pada masa ini di
tandai dengan adanya kehidupan dan adanya ketersediaan air masa kelima ini
dalam Geologi mungkin juga bisa disebut dengan nama proterozoikum dimana
dijumpai hewan-hewan dalam bentuk primitif meskipun tidak banyak. Setelah masa
kelima dilanjutkan pada masa ke enam. Pada masa ke enam merupakan masa dimana
Allah membentuk gunung-gunung, pembentukan gunung ini terjadi di wilayah
interkasi dua lempeng pada masa ini pula diansaurus musnah dan munculnya
manusia buatan. Pmbentukan gunung mengikut sertakan proses pengangkatan
batuan-batuan yang terbentuk sebelumnya dan proses magmatik yang bisa jadi
disertai mineralisasi yang memungkinkan terbentuknya mineral logam seperti Zn
(seng) Cu (tembaga), timah hitam dan emas. Gunung-gunung juga mampu menahan
awan wang mengandung air hujan, sehinggah berkumpul dan bertindih-tindih
kemudian menjadi hujan. Gunung yang sudah ditinggikan tidak terlepas oleh erosi
dan pelapukan. Hujan lama kelamaan mengerus gunung-gunung yang terbentuk itu dan juga mengandung mineral yang
bermanfaat. Gununng-gunung tuumbuhan dan pepohonan menjadi media proses terjadinya
makanan bagi manusia dan juga makhluk hidup lain.
Sampai saat ini baru
bumi saja yang mampu menopang kehidupan manusia bumi merupakan planet ketiga
etelah planet merkurius namun sangat disayangkan akhir-akhir ini bumi mengalami pemanasan global yang
disebabkan gas-gas terutama gas karbondioksida yang bertindak sebagai gas rumah
kaca dan juga terjadinya penipisan lapisan ozon yang disesbabkan oleh gas buang
industri. Dan akankah selayaknya kita sebagai manusia menjaga dan merawat salah
satu ciptaan tuhan ini dengan sebaik mungkin dan tidak merusaknya karna hanya
inilah satu-satunya rumah atau tempat tinggal kita.
4. Penciptaan Langit
Penciptaan
langit terjadi dalam dua masa allah telah menuliskannya dalam Al Quran surat
Fussilat ayat 12:
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ
سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا
السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ
الْعَلِيمِ
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia
mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat
dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan
sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
Ayat
diatas menjelaskan bawasannya allah menciptakan langit dengan tujuh tingkatan
dalam dua masa. Masa yang dimaksud adalah periode yang rentan waktunya sangat
lama. Awalnya allah menciptakan langi pertama dan dilanjutkan hinggah mencapai
tujuh tingkatan langit. Dan juga dijelaskan pada surat Fussilat
selanjutnya dijelaskan bawasannya setiap langit memiliki fungsi dan keadaan
yang berbeda-beda dan juga setiap langit memiliki manfaat yang berbeda pula
untuk maku hluk-makhluk yang bawahnya. Dalam sains lapisan-lapisan ini
dinamakan dengan atmosfer yang melindungi bumi dari benturan-benturan benda-benda
asing di luar angkasa. sama halnya yang dijelaskan pada Q.S Luqman ayat 10.
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ
فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ
ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ
كَرِيمٍ
“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu
melihatnya dan dia meletakkan gunung-guung(di permukaan bumi)supaya bumi itu
tidak menggoyangkan kamu: dan memperkembang biakan padanya segala macam jenis
binatang, dan kami turunkan air hujan dari langit: lalu kami tumbuhkan segala
macam tumbuhan-tumbuhan yang baik baginya”
Ayat ini menjelaskan
bawasannya allah menciptakan langit secara bertingkat-tingkat setiap benda alam
itu seakan terapug secara kokoh tanpa adanya tiang penyangga dan tanpa adanya
tali yang mengaitkan. Hakikat tujuh langit dimaknai sebagai jumlah benda langit
seperti yang dipahami dalam ilmu astronomi. Perlu di perhatikan bahwa Al-Quran
menyebutkan tujuh langit itu diciptakan dalam bertingkat-tingkat ungkapan ini
tidak harus dimaknai bahwa benda-benda langit ini dalam jarak yang berbeda-beda
ada beberapa langit yang jaraknya saling berdekatan dan juga berjuahan.
Benda-benda langit merupakan benda ciptaan allah sebagai mana yang dijelaskan
dia menundukan matahari dan bulan dalam artian menetapkan fungsi, gerak rotasi
dan revolusinya yang terus berlaku sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan.
C. Anggota Tata Surya
Tata
surya adalah sistem perkumpulan benda-benda langit yang yang terdiri atas
sebuah bintang yang disebut matahari dan seluruh objek yang terikat oleh
gravitasinya. Tata surya dibagi menjadi matahari, empat planet bagian dalam,
sabuk asteroid, empat planet bagian luar dan bagian terluar terdapat sabuk kuiper dan piringan tersebar.
Awan
Oort diperkirakan terletak paling jauh diperkirakan jaraknya seribu kali diluar
bagian terluar sebagian besar
benda-benda langit mengeliligi dengan lintasan yang berupa elips kecepatan
pelanet melintasi bidang revolusinya tidaklah tetap hukkum yang mendukung
fenomena tersebut adalh hukum kapler.[34]
1.
Matahari
Matahari
merupakan pusat tata surya dan jarak antara bumi dan matahari adalah
149.600.000 Km jara ini disebut sebagai satuan astronomi (SA) jika di
bandingkan dengan ukuran matahari 332.830 masa bumi dalam kategori bintang
termasuk bintang yang kerdi kuning.
Matahari
merupakan pusat tata surya karena gaya gravitasinya yang begtu besar matahari
merupakan sumber kehidupan bagi bumi kondisi iklim dan cuaca sangat dipengaruhi
oleh gaya gravitasi oleh matahari sumber panas matahari berasal dari fusi
nuklir, yaitu penggabungan antara inti unsur hidrogen dengan unsur helium dalam
suhu yang tinggi[35]
2.
Planet
Planet
berasal dari bahasa yunani yaitu Asteres Planetai yang artinya Bintang pengelana. diberi nama
demikian karena berbeda dengan bintang lainnya, palanet dari waktu ke waktu
terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi
bintang yang lain.
Sebelumnya
terdapat 9 planet yang terdapat pada tata surya tetapi pada konfrensi astronom
2006 diputuskan planet pluto tidak termasuk dalam sistem tata surya. menurut
astronom benda langit dapat dikategorikan sebuah planet jika memenuhi syarat
sebagai berikut:
a.
Cukup besar
untuk bergravitasi
b.
Berbentuk bulat
c.
Memiliki orbit
yang tidak memotong orbit planet lain
d.
Merupakan objek
yang dominan orbitnya.[36]
Sebuah
teori pembentukan tata surya dan sistem keplanetan harus dapat menjelaskan
data-data dan fakta-fakta hasil pengamatan. Sebelum banyak ditemukan beberapa
fakta tentang tata surya dan sistem keplanetan, Laplace telah mengemukakan
gagasan tentang asal mula pembentukan tata surya dan sistem keplanetan. Menurut
Laplace, ada empat fakta yang harus dijelaskan pada teori pembentukan tata
surya, yaitu :
1. Orbit semua
planet-planet boleh dikatakan (karena inklinasi yang kecil) berada pada satu
bidang yang sama.
2. Semua planet
mengelilingi Matahari dalam arah yang sama.
3. Lintasan
orbit planet hampir semuanya berupa lingkaran.
4. Putaran
planet pada sumbunya sama dengan arah orbitnya pada Matahari.[37] Tata Surya berarti adanya suatu
organisasi yang teratur dengan matahari sebagai induk. Pada zaman yunani kuno,
orang-orang yunani mengenal lima planet yang dilakukan dengan pengamatan secara
kasar, planet tersebut ialah Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus
dengan bumi sebagai pusatnya.
1. Matahari
Matahari juga merupakan tata surya
yang paling besar karena 98% massa tata surya terkumpul pada matahari. Di
samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan sumber-sumber tenaga
di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit,
masing-maisng fotosfer, kromosfer dan korona.
Matahari
merupakan sumber energi utama bagi planet Bumi yangmenyebabkan berbagai proses
fisis dan biologi dapat berlangsung.[38] Matahari sangat penting bagi
kehidupan di muka bumi karena :
a.
Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batbara dan
minyak bumi sebenarnya juga berasal dati matahari;
b.
Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya
siang dan malam, bulan, tahun serta mengontrol peredarana planet lainnya.
2. Planet
Merkurius
Planet merkurius merupakan planet
terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau
bulan dan juga hawa atau udara. Planet ini mengandung albedo, yaitu
perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima dari matahari
sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari matahari
diserapknya.
Merkurius mengadakan rotasi dalam
waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siang harinya lebih dari 28 hari, demikian
juga pada malam harinya. Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari. .
3.
Planet Venus
Planet ini dinamakan Venus karena
bila dilihat dari bumi merupakan planet yang paling banyak memantulkan
cahaya matahari akibat sifat dari permukaanya. Orang Yunani menganggap keadaan planet
itu sangat cantik seperti dewi kecantikan mereka (Venus).
Dengan analisis spektrum atas cahaya
yang datang dari Venus, dapat diketahui bahwa di sana terdapat oksigen. Atas
dasar analogi bahwa keberadaan gas oksigen yang tetap jumlahnya di udara
disebabkan oleh tumbuhan yang mengadakan fotosintesis maka dapat diperkirakan
bahwa di Venus pun ada kehidupan. Rotasi Venus berlawanan dengan rotasi bumi,
bumi berotasi dengan arah barat-timur, sedangkan venus rotasinya timur-barat.
4. Planet
Bumi dan Bulannya
Bumi menempati urutan ketiga
terdekat dengan matahari. Besarnya hampir sama dengan venus dan bergaris tengah
7.900 mil atau 12.646 km.jarak antara bumi dengan matahari ialah 149 juta km.
jarak ini dijadikan satuan jarak astronomical Unit (AU). Jadi, 1 AU = 149 juta
km.
Bumi mengadakan rotasi 24 jam,
berarti satu hari bumi lamanya ialah 24 jam, sedangkan satu hari venus ialah
247 kali dari bumi, yakni 247 x 24 jam. Bumi mengadakan revolusi selama
365 ¼ hari. Satu kali putaran mengelilingi matahari disebut juga satu tahun .
sekarang mari kita bandingkan dengan 1 tahun merkurius = 88 hari bumi,
sedangkan 1 tahun mars = 1,9 tahun bumi. Berat jenis rata-rata bumi ialah 5,52.
5. Planet
Mars
Planet ini diberi nama sesuai dengan
nama Dewa Pernah orang Yunani, karena planet ini berwarna kemerah-merahan
seperti darah yang diduga tanahnya mengandung banyak besi oksigen. Pada
permukana planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan sawo matang yang
selalu berubah sepanjang tahun.
Dugaan ini bertolak pada
kenyataan-kenyataan berikut ini : Berdasarkan pengamatan melalui teropong dan
foto, pada permukana Mars terdapat semacam kanal (saluran atau dam air) yang
sangat panjang dan lurus sekali. Kanal ini menghubungkan bagian Mars yang
tertutup salju dengan bagian yang panas. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa pada
planet Mars terdapat uap air meskipun dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi
para pakar lebih cenderung mengatakan bahwa perubahan warna permukana planet
disebabkan oleh angin pasir, bukan oleh organisme.
6.
Planet Jupiter
Jupiter merupakan planet terbesar
dalam tata surya kita. Ia bergaris tengah 86.600 mil atau 138.560 km,
mengadakan rotasi dengan cepat yaitu 10 jam (bandingkan 24 jam untuk Bumi dan
247 hari untuk Venus). Jupiter tampak sebagai bintang yang terang yang
muncul di tengah malam. Akibat berotasi dengan cepat, bagian ekuator lainnya
menjadi sedikit mengembang dan mebentuk sabuk yang jelas.
Berdasarkan analisis spektroskopis,
planet ini mengandung gas metana dan amo niak dalam jmlah banyak, begitu
juga gas hidrogen. Albedonnya 0,44 Bercak kemerahan bergaris tengah 30.000 mil
di bagian Selatan (telah diketahui dari tahun 1831) diperkirakan adalah suatu
kawah yang masih hidup (karena warnanya berubah-ubah). Planet ini mempunyai 14
satelit atau bulan.
7.
Planet Saturnus
Planet terbesar kedua setelah
Jupiter ialah Saturnus, karena planet ini bergaris tengah 74.000 mil atau 118.
400 km dengan kecepatan rotasi yang sama dengan Jupiter. Planet ini juga
memiliki lapisan atmosfer yang terdiri dari gas etan, amoniak dan
hidrogen yang bersuhu rata-rata 1030 C, tetapi suhu pada permukaanya sangat
rendah, yakni 2430 F. walaupun demikian, massa jenisnya sangat kecil bila
dibandingkan dengan air yakni 0,75 g/cm3.
Saturnus mempunyai 10 satelit dan
yang terbesar ialah titan (besarnya 2 kali bulan-bumi). Phoebe yang
bergerak berlawanan arah dengan sembilan satelit lainnya, menunjukkan bahwa
phoebe bukan anak kandung saturnus. Keanehan phoebe dan sabuk
raksasa itu memperkuat Teori Tidal. Keanehan lainnya ialah sabuk Saturnus itu
itu mengembang dan merapat pada permukaan planet 15 tahun sekali.
8.
Planet Uranus
Planet ini ditemukan secara tak
sengaja oleh Herschel dan keluarga pada tahun 1781, ketika mereka sedang
mengamati Saturnus. Besarnya Uranus kurang dari setengah saturnus dengan garis
tengah 50. 560 km atau 4 kali bumi. Oleh karenanya, planet ini merupakan planet
pertama yang dapat ditangkap oleh teleskop, karena letaknya yang cukup jauh
dari matahari.
Uranus memiliki lima satelit.
Berbeda dengan planet lain, rotasi Uranus bergerak dari Timur ke Barat. Jarak
ke matahari adalah 2.860 juta km atau 19,2 AU, dan mengelilinginya dalam waktu
84 tahun. Kecepatan rotasi 10 jam 47 menit. Berdasarkan pengamatan pesawat
Voyager pada bulan Januari 1986, Uranus memiliki 14 satelit. Sama seperti
Venus, rotasinya berlawanan arah dengan rotasi bumi.
9.
Planet Neptunus
Neptunus ditemukan pada saat para
astronom mengamati planet baru Uranus yang orbitannya agak menyimpang dari
perhitungan. Berdasarkan Hukum Newton (gaya tarik menarik antara dua benda) diperkirakan
ada benda langit besar lain yang mempengaruhi orbit Uranus. Ternyata pengaruh
tersebut disebabkan adanya Neptunus yang merupakan planet terbesar ketiga pad
atahun 1846. Planet ini, jika dilihat dengan teleskop dari bumi berwarna kebiru-biruan.
Dari spektrum cahayanya, planet ini diketahui mempunyai atmosfer yang sebagian
besar terdiri dari gas metana.
Neptunus mempunyai dua satelit, satu
diantaranya disebut Triton.satelit Triton beredar berlawanan arah dengan gerak
rotasi Neptunus. Jarak ke matahari adalah 30,1 AU atau 4,470 juta km, bergaris
tengah 28.000 mil dan mengelilingi matahari dalam waktu 165 tahun sekali putar.
Periode rotasi planet
dalam tata surya
Planet
|
Periode rotasi
|
Periode revolusi
|
Jarak rata-rata ke matahari
|
Merkurius
|
58,6 hari
|
88 hari
|
57,9 juta Km
|
Venus
|
243 hari
|
224,7hari
|
108,23 juta km
|
Bumi
|
23,9 jam
|
365,25 hari
|
150 juta km
|
Mars
|
24,6 jam
|
687 hari
|
228 juta km
|
Jupiter
|
9,8 jam
|
11,9 tahun
|
778 juta km
|
Saturnus
|
10,2 jam
|
29,5 tahun
|
1427 juta km
|
Uranus
|
10,8 jam
|
84 tahun
|
2870 juta km
|
Neptunus
|
15,6 jam
|
164,8 tahun
|
4497 juta km
|
3.
Komet
Komet adalah benda langit yang menyerupai sebuah asteroid yang
berisi gas dan debu yang membeku. komet memiliki orbit lintasan berbentuk elips
dan lebih lonjongdi bandingkan orbit planet. komet terdiri atas inti komet,
awan hidrogen dan ekor komet.
Komet beredar mengelilingi matahari dan waktu edarnya cukup
lama hinggah mencapai ribuan tahun atau lebih beberapa komet yang sudah di
temukan oleh manusia adalah komet halley yang muncul setiap 76 tahun sekali,
hayutake(1996), dan lulin (2007).
4.
Asteroid
Asteroid atau planetoid benda langit yang berukuran kecil para
astronom menyatakan bahwa asteroid terbentuk dari bekas ledakan planet hinggah
saat ini telah banyak asteroid yang sudah ditemukan manusia penemuan terbaru
mencatat rata-rata sebanyak 5,000 buah per bulan[39].
5.
Meteor
Meteor adalah benda padat yang berukuran lebih kecil dari
asteroid meteor sering juga disebut sebagai bintang jatuh oleh masyarakat awam
kenampakan terebut diakibatkan oleh gesekan antara meteor dengan atmosfer bumi.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa
sekitar 48,5 ton (44 ton atau 44.000 kilogram) bahan meteorit jatuh di Bumi
setiap hari. Hampir semua batuan tersebut menguap di atmosfer Bumi dan meninggalkan
jejak terang.[40] Berdasarkan
komposisinya meteor di bagi menjadi 3 yakni:
a. Meteorid
besi nikel, mengandung 90% besi dan 8% nikel
b. Meteorid
batu mengandung banyak kalsium dan magnesium
c. Meteorid
tektit mengandung 80% asam kersik
6.
Satelit
Satelit
adalah benda langit yang mengelilingi planet dan bersama-sama melakukan
revolusi mengelilingi matahari pada umumnya arah rotasi dan revolusi satelit
sama dengan arah rotasi dan revolusi planet kecuali planet satelit neptunus dan
jumlah satelit di setiap pelanet berbeda-beda.
Mike
Russel peneliti Jet Propultsion Laboratory
Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), terapat
tiga makalah ilimah yang ditulisnya, menjelaskan bahwa kehidupan dibumi berawal
dari ventilasi hidrotermal di dasar laut.
Dalam
dua karya ilmiah di jurnalnya Russel menjelaskan bahwa pada mulanya, cairan
alkali di ventilasi hidrotermal dan air laut purba saling berinteraksi. Dengan
adanya cairan alkali yang mengandung hidrogen dan metana serta air laut yang mengandung
karbondioksida akan menghasilkan astetat. Senyawa astetat inilah yang dapat
berkembang menjadi basis kehidupan.
Russel menyimpulkan
risetnya tersebut bahwa pada cairan alkali di dasar laut menentukan apa yang
kita percaya sebagai cara paling logis berawalnya kehidupan di bumi beserta
energi yang menyuplainya.
Dari
penetitian-penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan diatas belum ada kesimpulan
yang dapat diambil dan dapat diyakini secara akal fikiran. Dan juga belum
terjamin kebenarannya. Hanya ada teori yang dapat dijadikan pegangan dan dapat
diyakini untuk kebenarannya yakni menurut Al-Qur’an. Karena tulisan yang ada di
dalam Al-Qur’an datangnya dari sang pencipta Alam semesta itu sendiri yakni Allah
SWT.
Kebenarannya dapat
diyakini karena langsung dari sumbernya. Ia yang menciptakan alam semesta
beserta isinya memang mengandung makna terdalam.
D. AWAL MULA KEHIDUPAN
DI BUMI
Masalah manusia ialah
masalah yang akan dikaji oleh manusia itu sendiri. Banyak para ahli yang
menyelidiki setiap kepribadian seseorang sehingga mereka mampu mencetuskan
berbagai bidang ilmu pengetahuan yang membicarakan manusia seperti, humanisme,
biologi, psikologi, kesehatan, hukum, antropologi, sosial dan politik. banyak
orang berpikir bagaimana makhluk hidup bisa muncul pada kali pertamanya.
Seorang Evolusionis tentulah ingin segera menjawabnya. Maka ia mengatakan bahwa
makhluk hidup yang pertama kali ada adalah dimulai dari satu sel tunggal yang
berasal dari benda mati yang akan membentuk dengan sendirinya secara kebetulan.
Lantas para ilmuwan itu menyaring
tiga pokok bahan yang bisa membentuk mahluk hidup yakni, hidrogen sulfida,
hidrogen sianida, dan sinar matahari.[41]
Teori
yang disimpulkan ini disaat keadaan bumi masih terdiri dari bebatuan, tanah,
gas, serta unsur lainnya. Angin, hujan, serta halilintar membawa dampak yang
bisa mempengaruhi suatu organisme hidup secara kebetulan. Akan tetapi
pernyataan dari evolusi ini sedikit bertentangan dengan salah satu prinsip yang
paling mendasar biologi. Biologi mengatakan bahwa kehidupan ini berasal dari
kehidupan sebelumnya, yang berarti benda yang dianggap mati tidak akan pernah
bisa memunculkan kehidupan.
Tidak cukup sampai
disini, selain prinsip biologi yang menentang pernyataan dari evolusi juga
mengemukakan pendapatnya. Prinsip dari hukum yang mengatakan bahwa kehidupan
ini ada karena hadir kehidupan sebelumnya. Kedua pihak ini memiliki argumen
yang sama, dapat ditarik kesimpulan bahwa kehidupan ini berasal dari kehidupan
sebelumnya. Sudah jelas bahwa Dia lah Allah satu-satunya sang Khaliq yang Maha
Benar atas segala kekuasaan Nya. Bahwa hanya Dia lah yang menciptakan apa-apa
yang ada dilangit dan bumi, terdapat firman Allah dalam Q.S. Al-A’raf ayat 54
yang artinya, “Sesungguhnya tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan
langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam diatas Arsy…”.
Tanpa kita sadari Allah
Tabaraka Wa Ta’ala telah mengenalkan diri Nya kepada kita dalam ayat ini.
Bahkan jika saja kalian bertanya, “siapa Allah?” sudah tentu inilah ayat yang
akan menjawabnya. Cobalah kita membaca kembali awal terjemahan dari ayat ini,
Allah mengatakan bahwasannya Dia lah yang menciptakan langit dan bumi. Serta
pada kalimat akhir terdapat kalimat Mahasuci Allah tuhan seluruh alam,
hendaklah kita sejenak merenungkan penciptaan Allah, Dia lah yang menciptakan
langit dan bumi beserta isinya. Dari sini sudah amat jelas bahwa Dia lah
satu-satunya pemilik dari semua kepemilikan yang hakiki
Maka dari itu
pertanyaan seputar bagaimana makhluk hidup itu muncul membuat teori evolusi
mengalami kesulitan. Akan tetapi masih ada juga sebagian dari mereka yang
menganggap kemunculan makhluk di bumi ini secara kebetulan, hanya demi
mempertahankan teori evolusi tersebut. Sebab itu sangatlah jelas bahwa yang
semua makhluk hidup di bumi tercipta dari suatu perancangan yang cerdas, yang
tidak bisa dipungkiri oleh manusia bagaimana proses pembentukannya secara real,
dengan kata lain seluruh makhluk hidup didunia ini ialah ciptaan Allah. Dalam
teori evolusi Darwin mengatakan
bahwasannya setiap satu spesies hidup berasal dari satu nenek moyang spesies
yang sebelumnya sudah ada, kemudian ia menganggap spesies itu lama kelamaan
akan berubab menjadi spesies lain dan semua spesies terlahir dengan cara
seperti ini. Dalam teori evolusi
Darwin, setiap spesies hidup berasal dari satu nenak moyang spesies yang ada
sebelumnya lambat laun berubah menjadi spesies lain, dan semua spesies muncul
dengan cara ini.
Perubahan yang dialami
spesies ini tidak lah memerlukan waktu yang sekejap, akan tetapi semua
perubahan akan mengalami proses yang lama bahkan hingga jutaan tahun. Al-quran
sangat jelas dalam membicarakan penciptaan makhluk hidup, yang salah satunya dapat kita lihat dalam Q.S Surat Taha ayat 53
yang artinya, “Tuhan yang telah
menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadkan jalan-jalan diatasnya
bagimu, dan yang menurunkan air hujan ari langit. Kemudian Kami tumbuhkan
dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.
E. DASAR KONSEPSI KEHIDUPAN DALAM AL-QURAN
Kehidupan
adalah tentang "aku, alam, dan penciptaku" . Kehidupan bagaikan tata
surya mempunyai berbagai bintang - bintang yang diumpamakan pendukung / aset
dalam hidup kita, sedangkan matahari berperan sebagai pondasinya, pusat, dan tujuan kita.[42] Dalam
surah al isra’ ayat 88, allah berfirman yang berbunyi: artinya
“katakanlah,sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang
serupa al qur’an ini, niscaya mreka
tidak
akan dapat membuat yang serupa dengan dia ,sekalipun sekalipun sebagian mereka
menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS.Al isra’, 17:88).
Al qur’an adalah bukti
nyata , didalamnya ada bukti bahwa al qur’an berasal dari allah dan manusia
tidak dapat meyerupainya. Satu bukti ini ialah ayat ayat al qur’an yang
terdapat dialam semesta, sesuai dengan ayat pada surah fushilat 41:53 yang
artinya: “kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda tanda kekuasaan kami di
segenap penjuru dan pad diri merek sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa
al qur’an adalah benar. Dan apakah tuhanmu tidak cukup bagi kamu bahwa
sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”.
Manusia hakikatnya merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna bentuknya, seperti yang tertera didalam Al-Qur'an. Maksud paling sempurna disini adalah Allah menciptakan manusia dengan tubuh yang berdiri tegak sedangkan hewan-hewan kebanyakan diciptakan dengan merayap. Allah juga menciptakan manusia yang makan menggunakan tangannya dan diberi keistimewaan berupa akal.[43]
Manusia hakikatnya merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna bentuknya, seperti yang tertera didalam Al-Qur'an. Maksud paling sempurna disini adalah Allah menciptakan manusia dengan tubuh yang berdiri tegak sedangkan hewan-hewan kebanyakan diciptakan dengan merayap. Allah juga menciptakan manusia yang makan menggunakan tangannya dan diberi keistimewaan berupa akal.[43]
Banyak informasi yang
ada di dalam al qur’an yang sesuai dengan dunia eksternal ini. Allah lah yang
maha memiliki pengetahuan mengenai semuanya dan allah lah yang telah
menciptakan alam semesta dan allah juga yang telah menurunkan al qur’an. Untuk
orang orang beriman yang teliti dan sungguh sungguh dan arif banyak sekali
informasi dan analisis dalam al qur’an dapat mereka lihat dan pelajari. Perlu
di ingat walaupun demikian al qur’an bukanlah sekedar buku ilmu pengetahuan
tapi juga mempunyai tujuan yang terdapat pada al qur’an surat ibrahim 14:1,
artinya: “alif lam ra. Ini adalah kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu
mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan
izin allah yang maha kuasa lagi maha terpuji.” Dan terdapat juga pada surat al
mu’min 40:1 artinya: “.... untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang orang yang
berpikir.”
Allah menurunkan al
qur’an ini untuk sebagai petunjuk kepada seluruh orang orang beriman bagaimana
cara agar menjadi hamba allah dan mencari ridho allah. Betapapun, Al-Quran juga
memberi informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta,
kelahiran manusia, struktur atmosfer, dan keseimbangan di langit dan di bumi. Al-Quran
tersebut sesuai dengan temuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal
penting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah “firman Allah”.
Menurut ayat “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya
Al- Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang
banyak di dalamnya”. (QS. An-Nisaa’, 4: 82), terdapat keserasian yang luar
biasa antara pernyataan di dalam Al-Quran dan dunia eksternal. Pada
halaman-halaman berikut kita akan membahas kesamaan yang luar biasa antara
informasi tentang alam semesta yang ada dalam Al-Quran dan dalam ilmu
pengetahuan.
Al-Quran menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah
dengan bermacam- macam istilah, seperti : Turaab, Thieen, Shal-shal, dan
Sulalah. Dapat diartikan sesungguhnya Allah menciptakan jasad manusia dari
berbagai macam unsur kimiawi yang ada pada tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam
proses berikutnya tidak terdapat dalam Al-Quran secara rinci. Ayat-ayat Quran
yang menyebutkan manusia diciptakan dari tanah, pada umumnya hanya dipahami
secara lahiriah saja. Menimbulkan pendapat sesungguhnya manusia diciptakan oleh
Allah SWT berasal dari tanah, karena Allah maha kuasa, segala sesuatu pasti
dapat terjadi.
Disisi lain sebagian
dari umat Islam memiliki asumsi bahwa
Nabi Adam AS. bukan manusia yang pertama diciptakan. Pendapat ini
didasarkan pada asumsi bahwa: Ayat-ayat Quran yang menerangkan tentang manusia
diciptakan berasal dari tanah bukan berarti bahwa seluruh unsur kimia yang ada
pada tanah turut mengalami reaksi kimia. Hal itu sebagaimana pernyataan bahwa
tumbuh-tumbuhan merupakan bahan makanannya berasal dari tanah, sebab semua
unsur kimia yang ada pada tanah tidak semua ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan,
tetapi hanya sebagian saja. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan
silih ber- gantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang
berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk
atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit
dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau men- ciptakan ini
dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.
(Q.S. Ali Imran: 190-191).
KESIMPULAN
Ini adalah
sebagian mukjizat al-Qur’an dan masih banyak lagi segi-segi lain yang akan
berkepanjangan bila kita menjadikannya lembaran-lembaran tersendiri, dan
zamanpun masih terus mencari rahasia-rahasia kemukjizatan al-Qur’an. Namun demikian, rahasia al-Qur’an
yang disebutkan para ulama’ hanya merupakan satu tetes dari lautan pengetahuan
al-Qur’an. Maka sesungguhnya kalam Allah ini tidak bisa dijangkau oleh
siapapun, sebagaimana siapapun tidak akan bisa menjangkau kebesaran zat-Nya dan
keagungan sifat-Nya.
Dikemukakan beberapa teori dari
beberapa ilmuwan serta dari pandangan Islam berdasarkan Al Quran. Teori
terciptanya alam semesta meliputi Teori Keadaan Tetap (Steady State
Theory), Teori Dentuman Besar (Big Bang) Dan Teori
Osilasi.Sedangkan pembentukan tata surya dibahaskan dalam teori bintang kembar,
teori nebular dan teori tidal atau pasang surut.
Dari sekian banyak teori-teori yang
dikemukakan oleh para ilmuwan ternyata ilmuwan modern menyetujui bahwa teori
dentuman besar (Teori Big Bang) merupakan satu-satunya penjelasan masuk
akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana
alam semesta muncul menjadi ada. Namun perlu disadari bahwa jauh sebelum para
ahli mengemukakan teori Big Bang, ayat- ayat Al-Quran telah secara jelas
menceritakan bagaimana alam semesta ini terbentuk dalam 6 masa.
SARAN
Hendaknya
kita sebagai manusia harus bisa melestarikan, menikmati, dan menjaga
sebaik-baiknya segala sesuatu yang telah
tercipta (alam semesta beserta isinya).
Kita
sebagai insan yang terus mengikuti perkembangan zaman di mana ilmu-ilmu
khususnya ilmu kealaman yang terkadang berubah seiring perkembangan zaman.
DAFTAR
PUSTAKA
Buku
Husma, Amrah. “Biologi Dasar dan Kesehatan”, (Makassar:
CV. Soscial Polticic Genius, 2016).
Jasin, Maskoeri. “Ilmu Alamiah Dasar”, (Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2015).
Trianto. “Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Perspektif Islam
dan Barat”, (Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher, 2007).
Greg Soetomo, “Sains dan Problem Ketuhanan”, (Yogyakarta
: Penerbit Kanisius, 2002).
Leahy, Louis. “Sains dan Agama dalam Konteks Zaman Ini”, (Yogyakarta
: Pustaka Kanisius, 2001)
Ahmadi, Abu. dkk. “ILMU
ALAMIAH DASAR, (Jakarta: Rineka Cipta,1991)
Marconi, Achmad. “BAGAIMANA ALAM SEMESTA
DICIPTAKAN”, (Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 2003)
Tasmuji, dkk. “Ilmu
Alamiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar (IAD-ISD-IBD),(Surabaya: UIN Sunan Ampel
Press, 2019)
Mahfud,
Asy-Syafrowi “Bumi Sebelum manusia
Tercipta.” (Yogyakarta.: Mutiara Media, 2014)
Hartono,.
“Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta”, (Bandung: Citra Praya, 2007)
Setiawan,
Agung. ”Membuka Wawasan Dengan Geografi Untuk Kelas X SMA/MA” (Sleman: Budi Utama,2018)
Jurnal
Abidin, Zainal. “Integrasi
Islam dengan Fisika dan Kimia” Jurnal
Afkar vol. 5 no. 2, Oktober 2017.
Siswati,
Vialinda “Hakikat Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Modern dan Islam” Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam vol.
7 no. 1, Mei 2017.
Syamsuri. “Doktrin
Obyektifsme Ilmu Pengetahuan Modern” Jurnal
Refeksi, vol 13, no. 4, April 2013.
Pradhana, Aldy. dan
Yongki Sutoyo, “Worldview Islam sebagai Basis Pengembangan Ilmu Fisika” Jurnal Tsaqafah vol.15 , no.2 ,
November 2019.
Kencanawati, Indah. “Proses
Biologi Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Khasanah Islam”, Jurnal Islamika, vol.14, no. 2 Tahun
2014
Suryaningsih, Yeni. “Penerapan
Pembelajaran Biologi Berbasis al-Qur’an Sebagai Metode Untuk Pembentukan
Karakter Siswa” Jurnal Bio Educatio,
vol.3, no. 1, April 2018.
Rusli, A. “Pendidikan
Fisika Untuk Abad ke 21: Kesadaran, Wawasan, Kedalaman, Etika” Jurnal Fisika Indonesia No: 50, Vol
XVII, Edisi Agustus 2013.
Istijabatun,
Siti. “Pengaruh Pengetahuan Alam Terhadap Pemahaman Mata Pelajaran Kimia” Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, vol
.2, no. 2, 2008.
Rahmawati, Richa Dwi.
dan Nurhasanah Bakhtiar, “Pembelajaran IPA Berbasis Integrasi Islam-Sains pada
Pokok Bahasan Penciptaan Alam Semesta dan Tata Surya”, Journal of Natural Science and Integration, vol.1, no.2, Oktober
2018.
Murtiningrum, Tri, dkk.
“Pembelajaran Kimia dengan Problem Solving Menggunakan Media E-Learning dan
Komik Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kreativitas Siswa” JURNAL INKUIRI vol. 2, no. 3 ,Tahun
2013.
Maunah, Siti. “Hakikat
Alam Semesta Menurut Filsuf Islam” Jurnal Madaniyah vol. 9, No1, Januari
2019.
Khoiriyah, Khilyatul.
“Evolusi Bintang Pada Pembentukan Tata Surya dan Sistem Keplanetan” Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi,
vol. 5, no. 2, Tahun 2016.
Saputra, Oka. “Revolusi
Dalam Perkembangan Astronomi: Hilangnya Pluto Dalam Keanggotaan Planet Pada
Sistem Tata Surya” Jurnal Filsafat
Indonesia, vol. 1 ,no. 1 , Tahun 2018.
Internet
Ratnasari,
Ayu. “Tata Surya Kehidupan”https://www.kompasiana.com/ayuratna/598d4ffd835be76fd3693462/tata-surya-kehidupan diakses pada 5 Maret 2020 pukul 10.50
Astuti, Utari
Purwo “Penciptaan Alam Semesra di Antara Sains dan Al-Qur’an” https://www.kompasiana.com/utaripurwo8060/5e043c82097f3667bb000164/penciptaan-alam-semesta-diantara-sains-dan-al-quran?page=all
diakses pada 6 Maret 2020 pukul 05.07
Dania,
Rachma “Perbedaan Benda Langit: dari
Asteroid, Meteorit, Hingga Komet” https://tirto.id/perbedaan-benda-langit-dari-asteroid-meteorit-hingga-komet-eg2t
diakses pada 1 Maret 2020 pukul 19.40
Farrisy
Yasir, Rayhan. “Benarkah Ilmu fisika
Berasal dari Islam? Apa Pengertian dan Tujuan Utamanya?” https://www.kompasiana.com/rayhanfarrisy/5dfb29ad097f36632e46ef22/benarkah-ilmu-fisika-berasal-dari-islam-lantas-apa-ya-pengertian-dan-tujuan-utama-daripada-ilmu-tersebut
diakses pada 25 Februari 2020 pukul 16.05
Heriyanto, Trisno. “Ilmuwan
Berhasil Ungkap Kehidupan Pertama di
Bumi” https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150323132658-199-41165/ilmuwan-berhasil-ungkap-kehidupan-pertama-di-bumi
diakses pada 29 Februari 2020 pukul 21.02
Kusumah Ayu, Endang. “Proses
Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an” https://www.kompasiana.com/kusumahayu/5df04883d541df20a648bc82/proses-penciptaan-manusia-menurut-al-qur-an?page=all
diakses pada 06 Maret 2020 pukul 03.57
[1] Syamsuri, “Doktrin Obyektifsme Ilmu Pengetahuan Modern” Jurnal Refeksi, vol 13, no. 4, April 2013, hlm. 418.
[2] Quraish Shihab “Senjata Umat Islam Sekarang: Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi” https://tirto.id/senjata-umat-islam-sekarang-ilmu-pengetahuan-teknologi-cqBY diakses pada 6 Maret 2020 pukul
05.14.
[3] Vialinda Siswati, “Hakikat Ilmu
Pengetahuan dalam Perspektif Modern dan Islam” Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam vol. 7 no. 1, Mei 2017, hlm.
84.
[4] Zainal Abidin, “Integrasi Islam
dengan Fisika dan Kimia” Jurnal Afkar
vol. 5 no. 2, Oktober 2017, hlm. 34.
[5] Indah Kencanawati, “Proses Biologi Dalam Perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Khasanah Islam”, Jurnal Islamika, vol.14, no. 2 Tahun 2014,
hlm. 166.
[6] Yeni Suryaningsih, “Penerapan
Pembelajaran Biologi Berbasis al-Qur’an Sebagai Metode Untuk Pembentukan
Karakter Siswa” Jurnal Bio Educatio,
vol.3, no. 1, April 2018, hlm. 26.
[7] Amrah Husma, Biologi Dasar dan Kesehatan (Makassar:
CV. Social Politic Genius, 2016) hlm. 2.
[8] Maskoeri Jasin, “Ilmu Alamiah Dasar” (Jakarta:
RajaGrafindo Persada, 2015) hlm. 133.
[9] Maman Rumanta, Krisna Iryani,
dan Anna Ratnaningsih, “Makhluk Hidup: Asal Mula, Ciri-ciri, dan Organisasi
Kehidupan”
[10] Trianto, Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Perspektif Islam dan Barat (Jakarta :
Prestasi Pustaka Publisher, 2007) hlm. 181.
[11] Greg Soetomo, Sains dan Problem Ketuhanan. (Yogyakarta
: Penerbit Kanisius, 2002)hlm 58.
[12] Louis Leahy, Sains dan Agama dalam Konteks zaman Ini. (Yogyakart
: Pustaka Kanisius, 2001)hlm 66.
[13] Aldy Pradhana dan Yongki Sutoyo,
“Worldview Islam sebagai Basis Pengembangan Ilmu Fisika” Jurnal Tsaqafah vol.15 , no.2 , November 2019, hlm. 191.
[14] Trianto, op.cit. hlm. 189.
[15] A. Rusli, “Pendidikan Fisika
Untuk Abad ke 21: Kesadaran, Wawasan, Kedalaman, Etika” Jurnal Fisika Indonesia No: 50, Vol XVII, Edisi Agustus 2013, hlm.
16.
[16] Rayhan Farrisy Yasir, “Benarkah Ilmu fisika Berasal dari Islam?
Apa Pengertian dan Tujuan Utamanya?” https://www.kompasiana.com/rayhanfarrisy/5dfb29ad097f36632e46ef22/benarkah-ilmu-fisika-berasal-dari-islam-lantas-apa-ya-pengertian-dan-tujuan-utama-daripada-ilmu-tersebut diakses pada 25 Februari 2020
pukul 16.05
[17] Trianto, op.cit hlm. 198
[18] Siti Istijabatun, “Pengaruh
Pengetahuan Alam Terhadap Pemahaman Mata Pelajaran Kimia” Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, vol .2, no. 2, 2008, hlm. 323.
[19] Tri Murtiningrum, dkk.
“Pembelajaran Kimia dengan Problem Solving Menggunakan Media E-Learning dan
Komik Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kreativitas Siswa” JURNAL INKUIRI vol. 2, no. 3 ,Tahun
2013, hlm. 289
[20] Trianto, op.cit hlm. 200.
[21] Loc.cit.
[22] Abu ahmadi, dkk. Ilmu Alamiah
Dasar (Jakarta: Rineka Cipta,
Jakarta,1991) hlm. 40
[23] Siti Maunah, “Hakikat Alam
Semesta Menurut Filsuf Islam” Jurnal Madaniyah vol. 9, No1, januari 2019,
hlm. 5
[24] Utari Purwo
Astuti, “Penciptaan Alam Semesra di
Antara Sains dan Al-Qur’an” https://www.kompasiana.com/utaripurwo8060/5e043c82097f3667bb000164/penciptaan-alam-semesta-diantara-sains-dan-al-quran?page=all diakses pada 6
Maret 2020 pukul 05.07
[25] Ibid, hlm 42.
[26] Acmad Marconi, Bagaimana Alam
Semesta Diciptakan” (Dunia Pustaka Jaya, Jakarta, 2003) hlm. 120
[27] Asy-Syafrowi Mahfud, Bumi Sebelum manusia Tercipta. (tk.:
Mutiara Media 2014) hlm 21.
[28] Siti Maunah, op.cit, hlm. 7
[29] Tamuji, dkk.”Ilmu Alamiah
Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar (IAD-ISD-IBD)”, (Surabaya: UIN
Sunan Ampel Press, 2019) hlm. 30
[30] Siti Maunah, op.cit., hlm. 6
[31] Hartono, “Geografi: jelajah
bumi dan alam semesta”, (Bandung: Citra Praya, 2007), hlm 29
[32] Ibid., hlm 36.
[33] Richa Dwi Rahmawati, “Pembelajaran IPA Berbasis Integrasi Islam
Sains Pada Pokok Bahasan Penciptaan Alam Semesta dan Tata Surya”, Journal of Natural Science and
Integration, vol
1 No 2, 2019, hlm 204.
[34] Agung setiawan , ”Membuka
Wawasan Dengan Geografi Untuk Kelas X SMA/MA” (Sleman: Budi Utama,2018)
hlm. 125
[35] Ibid.
[36] Ibid., hlm. 128
[37] Khilyatul Khoiriyah, “Evolusi
Bintang Pada Pembentukan Tata Surya dan Sistem Keplanetan” Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi, vol. 5, no. 2, Tahun 2016,
hlm. 248
[38] Oka Saputra, “Revolusi Dalam
Perkembangan Astronomi: Hilangnya Pluto Dalam Keanggotaan Planet Pada Sistem
Tata Surya” Jurnal Filsafat Indonesia,
vol. 1 ,no. 1 , Tahun 2018, hlm. 72
[39] Agung Setiawan, op.cit., hlm. 135
[40] Rachma Dania, “Perbedaan Benda Langit: dari Asteroid,
Meteorit, Hingga Komet” https://tirto.id/perbedaan-benda-langit-dari-asteroid-meteorit-hingga-komet-eg2t diakses pada 1 Maret 2020 pukul
19.40
[41] Trisno Heriyanto, “Ilmuwan Berhasil Ungkap Kehidupan Pertama di Bumi” https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150323132658-199-41165/ilmuwan-berhasil-ungkap-kehidupan-pertama-di-bumi diakses pada 29 Februari 2020
pukul 21.02
[42] Ayu Ratnasari, “Tata Surya
Kehidupan” (https://www.kompasiana.com/ayuratna/598d4ffd835be76fd3693462/tata-surya-kehidupan, diakses pada 5 Maret 2020 pukul 10.50 )
[43] Endang Kusumah Ayu, “Proses Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an” https://www.kompasiana.com/kusumahayu/5df04883d541df20a648bc82/proses-penciptaan-manusia-menurut-al-qur-an?page=all diakses pada 06 Maret 2020 pukul
03.57

Ternyata ilmu itu ada banyak ya
ReplyDeleteinformasinya sangat jelas, semoga membantu
ReplyDeleteAllhamdulillah
ReplyDeleteAlhamdulillah infonya sangat membantu
ReplyDeleteUwuwwww lengkap sekalii :*
ReplyDeleteGood
ReplyDeleteSangat menambah wawasan
ReplyDeleteSemoga bermanfaat bagi umat manusia
ReplyDeletealhamdulillah sangat lengkap dan bagus sekali pembahasannya
ReplyDeletealhamdulillah sangat lengkap dan bagus sekali pembahasannya
ReplyDeleteNaise
ReplyDeleteSangat menarik dan bermanfaat
ReplyDeleteSangat detail dan menarik untuk dibaca
ReplyDeleteMasyallah lengkap sekali
ReplyDeleteAlhamdulillah. Terima kasih. Sangat bermanfaat sekalii🤗
ReplyDeletealhamdulillah
ReplyDeleteterimakasih artikel nya sangat membantu, sangat detail dan mudah difahami untuk pembaca
ReplyDeleteSangat bagus pembahasannya
ReplyDeleteAlhamdulillah... Artikelnya sangat membantu sekali dalam menambah pengetahuan. Semoga bermanfaat dan lebih baik untuk kedepannya.
ReplyDeleteAlhamdulillah artikelnya sangat bermanfaat, barakallah sukses selalu
ReplyDeletesangat menarik sekali pembahasan tentang semesta ini
ReplyDeleteSangat membantu dan bermanfaat.. barokallah
ReplyDeleteSubhanallah artikel yang bermanfaat
ReplyDeleteBermanfaat sekali
ReplyDeleteAlhamdulillah, terimakasih banyak kak atas ilmu nya, semoga allah memberikan kita kemudahan dalam menuntut ilmu...
ReplyDeleteTerimakasih, artikelnya sangat membantu menambah wawasan
ReplyDeleteAlhamdulilah bermanfaat kak
ReplyDeletealhamdulillah, sangat membantu sekali
ReplyDeleteInformasinya jelas
ReplyDeleteMaterinya sangat membantu, semoga bermanfaat buat semua
ReplyDeleteGood job lurr
ReplyDeleteMASYAALLAH ILMU YANG DIBERIKAN ALLAH ITU MEMANG LUAR BIASA.
ReplyDeleteTerima kasih penjelasan yang diberi pasti akan sangat bermanfaat bagi saya di dunia maupun akhirat :)
Alhamdulillah sangat membantu dan bermanfaat..
ReplyDeleteInfo lengkapnya?
ReplyDeleteWah mantap bgt infonya lengkap
ReplyDelete