Skip to main content

Ilmu Pengetahuan Modern, Alam Semesta, dan Tata Surya

ILMU PENGETAHUAN MODERN, ALAM SEMESTA, DAN TATA SURYA




Penyusun:
Kevin Maulana Prasetyo                     (B74219042)
Kirana Fahira Achmad                        (B74219043)
Laili Atiqoh                                         (B74219044)
MD
Kelas D2

Dosen Pengampu:
Baiti Rahmawati, M.Sos


PRODI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

SURABAYA
2020


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, syukur kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Ilmu Pengetahuan Modern, Alam Semesta, dan Tata Surya.”
Makalah kami membahas tentang ilmu pengetahuan berkembang, dengan membahas ilmu alamiah sebagai dasar perkembangan yang meliputi biologi, fisika, dan kimia dan juga membahas proses alam semesta dan penghuninya.
Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman kami yang telah berkontribusi terhadap pengerjaan tugas kami, yaitu Aida, Putri, Anna, dan juga petugas perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya yang memberikan fasilitas refrensi untuk membantu menyelesaikan makalah yang kami tulis.
Semoga makalah ini mampu menambah pengetahuan, khususnya bagi kami sebagai penyusun dan umumnya bagi pembaca. Kami juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kemajuan dan kesempurnaan makalah kami. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. manusia hanya mampu ikhtiar dan tawakal secara maksimal. Kami meminta maaf jika terjadi banyak kesalahan maupun informasi didalam makalah yang kami tulis. Untuk itu kami ucapkan terimakasih

                        Surabaya, 10 Februari 2020

Tim Penyusun


  


Daftar Isi

Kata Pengantar
Daftar Isi
Ilmu Pengetahuan Modern, Alam Semesta, dan Tata Surya
A.     Ilmu Pengetahuan
1.      Biologi ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
2.      Fisika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
3.      Kimia ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
B.     Proses Terbentuknya Alam Semesta
1.      Proses Terbentuknya Alam Semesta Menurut Al-Qur’an
2.      Teori-teori Terbentuknya Alam Semesta
3.      Penciptaan Bumi
4.      Penciptaan Langit
C.     Anggota Tata Surya
1.  Matahari
2. Planet
3. Komet
4. Asteroid
5. Meteor
6. Satelit
            D.     Awal Mula Kehidupan  di Bumi
            E.     DASAR KONSEPSI KEHIDUPAN DALAM AL-QURAN
      Kesimpulan 
      Saran
      Daftar Pustaka




ILMU PENGETAHUAN MODERN, ALAM SEMESTA, DAN TATA SURYA

A. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah suatu kemauan, kesadaran, dan keinginan untuk melakukan usaha yang didapatkan dari hasil pemeriksaan-pemeriksaan tertentu terhadap suatu hal yang kebenarannya sudah teruji secara ilmiah. Sedangkan kebenaran agama bersifat mutlak (absolut), karena agama adalah wahyu yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Benar, Maha Mutlak, dan Maha Sempurna, yaitu Allah SWT.. Ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari kegiatan sehari-hari yang dilakukan. Ilmu yang diperoleh pun dapat mengenai ilmu yang bersifat positif maupun negatif.
Kebenaran dalam ilmu pengetahuan juga belum tentu menjadi sisi terkuat, melainkan juga ada sisi kelemahannya. Maka dari itu kebenaran hal-hal dari ilmu pengetahuan pun belum tentu bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan manusia, melainkan kebenaran-kebenaran yang lain pun harus diikutsertakan untuk melengkapi ilmu pengetahuan yang telah diperoleh.[1]
Keterbatasan pengetahuan bukan saja berarti ketiadaan ilmu, tetapi juga ketidakmampuan memilah, mengamalkan dan menyosialisasikannya. Terkadang kita tidak mengetahui apa yang kita kehendaki. Kita tidak mampu membedakan mana yang utama dan mana yang tidak, mana yang penting dan mana yang tidak penting, mana keinginan dan mana keperluan.[2]
Pada dasarnya, ilmu pengetahuan memang bersifat netral, tetapi jika pemanfaatannya tidak terarah dan terkendali atas dasar nilai-nilai kemanusiaan, maka dapat membahayakan. Perkembangan ilmu pengetahuan ini selain memberi banyak keuntungan di masa yang akan datang, namun juga memberikan resiko yang cukup besar. Arah perkembangan ilmu perlu diperhatikan dan dilandasi atas dasar nilai-nilai kemanusiaan yang ada.
Ilmu pengetahuan dalam islam merupakan suatu hal yang sangat dihormati, banyak hal-hal yang dapat dirujuk mengapa hal tersebut dikatakan hal yang sangat di hormati.[3] Ilmu pengetahuan adalah suatu hal yang sangat terpuji dan memiliki guna yang sangat bermanfaat, dimana jika mempelajari tentang ilmu pengetahuan ini dapat membawa manusia untuk lebih dekat dengan Allah..[4]
Ada ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi SAW. yang menunjukkan bahwa siapapun yang memiliki dan mau belajar tentang ilmu pengetahuan maka derajatnya akan dinaikkan oleh Allah SWT.. Banyak pembahasan ilmu lain yang mengaitkan banyak hal didalamnya, seperti ekologi yakni membahas interaksi antara makhluk hidup yang ada di habitatnya, taksonomi yakni suatu konsep yang membahas tentang pengklasifikasian mahkluk hidup, evolusi merupakan tentang perubahan makhluk hidup baik secara morfologi atau anatomi, dan genetika.[5]

1. Biologi ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
Ilmu biologi (science) memiliki konsep yang membahas berbagai pengetahuan tentang proses-proses perkembangan kehidupan. Biologi adalah ilmu yang ambivalen dikarenakan mencakup dua komponen, yakni komponen materi dan non­-materi. Biologi merupakan salah satu ilmu yang ikut memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dengan mempelajari biologi, secara tidak langsung kita juga mengasah kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif terhadap suatu masalah.
 Ada tiga struktur utama keilmuan biologi sebagai berikut:
a. Aspek Ontologi (aspek keilmuan), yakni aspek yang di pelajari biologi adalah makhluk hidup.
b. Aspek Metodologi (cara mempelajari), yakni cara belajar biologi dengan metode ilmiah.
c. Aspek Aksiologi (manfaat ilmu), yakni ilmu biologi yang mempunyai manfaat bagi ilmu itu sendiri dan bagi manusia.
Biologi dapat dipandang sebagai hal yang menjelaskan berbagai macam pesan dan contoh-contoh berbagai aspek yang ada didalam kehidupan. Biologi juga merupakan ilmu yang sistematis dan dapat dirumuskan atas dasar pengamatan dan penelitian yang sudah dilakukan. Sejak perkembangan mulai muncul, ilmu biologi mengungkapkan bahwa mungkin revolusi makhluk hidup akan muncul di masa yang akan datang.
 Semua makhluk hidup tersusun atas senyawa air bahwa bahan pembentukan sel yakni sitoplasma yang terdiri dari 80% air, karena sel-sel atau bahkan organisme ternyata telah terbukti dengan penemuan pakar yang menyatakan jika sel-sel atau organisme memang tumbuh diatas air dan anatominya terdiri hampir 60% dari air.[6]
Aristoteles mengungkapkan bahwa hal yang mencakup dalam filosofi alam adalah ilmu dibidang fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan yang lainnya.[7] Ia berpendapat tentang teori yang berjudul Abiogenesis atau Generation Spontanea menjelaskan bahwa terjadinya kehidupan makhluk hidup bermula dari benda mati, namun banyak juga pakar biologi yang menyebutkan bahwa teori dari Aris Toteles itu merupakan teori yang tidak benar.[8]
Maka muncullah juga teori yang dikemukakan oleh pakar yang lain yakni, Omne Vivum Exovo dan Omne Ovum Exvivo, yang artinya bahwa mahluk hidup berasal dari telur dan semua telur berasal dari mahluk hidup.
Berikut adalah penjelasan dari beberapa  teori yang dikemukakan oleh para ahli:
1. Generartion Spontanea
Teori yang dimiliki oleh Aristoteles menjelaskan bahwa makhluk hidup itu terbentuk begitu saja dengan asal dari benda mati.[9] Contohnya adalah ulat timbul dari bangkai, seperti ketika ada suatu bangkai hewan atau benda mati yang lain, bangkai tersebut mulanya adalah suatu benda yang mati, tidak ada kehidupan didalamnya, namun karena proses alamiah yang terjadi didalam bangkai tersebut, maka terjadilah proses pembusukan dengan pengeluaran berbagai macam bakteri yang ada didalam bangkai, sehingga muncullah bakteri yang dapat menimbulkan tumbuhnya ulat tersebut didalam bangkai hanya karena bakteri-bakteri pembusukan yang mendorong terjadinya proses munculnya ulat.
2. Teori Biogenesis
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, orang lebih berfikir lebih ilmiah. Para ilmuwan tidak percaya begitu saja dengan teori tanpa ada pembuktian yang sifatnya ilmiah. Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelmunya.
3. Omne Vivum Ex Ovo dan Omne Ovoum Ex Vivum
Hipotesis ini mengartikan bahwa kehidupan dapat terjadi  karena telah ada kehidupan sebelumnya. Dapat disebut juga makhluk hidup berasal dari telur dan semua telur berasal dari makhluk hidup.
4. Omne vivum ex vivo
Pakar ahli menjelaskan teori ini adalah teori yang berisi bahwa semua makhluk hidup juga berasal dari makhluk hidup yang lainnya. Seorang ahli berpendapat bahwa organisme tidak akan tumbuh tanpa adanya udara, udara dibutuhkan untuk menyokong kehidupan
5. Cosmozoic Theory / Cosmozoan
Teori ini tidak diterima oleh banyak ilmuwan, sebab teori ini menyatakan bahwa asal mula makhluk hidup di bumi berasal dari spora kehidupan yang berada luar angkasa atau luar bumi. Pendapat ini sangatlah lemah karena tidak didukung oleh fakta-fakta.
6. Teori Penciptaan (Special Creation)
Teori ini berpendapat bahwa makhluk hidup diciptakan oleh sang pencipta / tuhan alam semesta itu sendiri. bersumber dari agama dan kitab-kitab yang dianut.
Ilmu biologi mulai berevolusi dan menyebabkan banyak kelompok zat-zat yang telah terbentuk bersama-sama dengan air untuk membentuk suatu sel yang dapat memunculkan suatu kehidupan kecil (organisme). Perkembangan biologi berjalan begitu pesat seperti adanya berbagai aspek yang dilihat oeh para ahli biologi, bahwa biologi memiliki sistem tumbuh menurut pola evolusi, mulai dari partikel subatomik, atom, molekul, sistem organ, individu, spesies, populasi terhadap sekumpulan makhluk hidup yang menempati biosfer.[10] Berikut adalah berbagai perkembangan biologi dari berbagai aspek:
1. Biologi Struktural
Ilmu biologi yang telah berkembang dari beberapa partikel yang telah berkumpul dan akhirnya dapat menghasilkan  bentuk kehidupan, dan bentuk kehidupan baru adalah mulai dari sel.
2. Biologi Fungsional
Makhluk hidup umumnya membutuhkan energi yang digunakan untuk tumbuh berkembang dan bergerak sampai pada umur yang sangat lama. Maka makhluk hidup memerlukan sumber energi yang cukup untuk melanjutkan kehidupan.
3. Biologi Lingkungan
Lingkungan merupakan pengaruh utama dari makhluk hidup, dimana makhluk hidup melakukan sebagian besar aktifitasnya di lingkungan yang terdiri atas cahaya, udara, tanah dan lainnya. Adanya interaksi antara mahkluk hidup dan lingkungan dapat terus melanjutkan eksosistem yang ada.
Peranan biologi memegang peranan yang sangat penting untuk mengikuti berbagai perkembangan zaman. Banyak perkembangan ilmu biologi yang dapat terkait dengan perspektif Islam, dimana banyak ilmu pengetahuan tentang biologi yang terkait dengan ayat-ayat suci al-Qur’an. Banyak hakikat-hakikat ilmiah yang muncul di dalam al-Qur’an yang tidak dikenal bahasanya pada masa turunnya, namun semua terbukti kebenarannya. Banyaknya paradigma-paradigma yang muncul didalam ilmu biologi ini, namun Islam juga menolak berbagai paradigma yang tidak masuk akal dalam segi perspektif agama Islam.
Ilmu Biologi dalam pandangan Islam menjelaskan bahwa makhluk hidup memiliki dua dimensi sekaligus, yakni jasmani dan rohani. Dalam al-Qur’an surah Al-Ghasyiyah [88]: 17-20 menegaskan bahwa tidaklah kamu melihat bagaiman unta diciptakan, bagaimana langit ditinggikan, bagaimana bumi dihamparkan dan fenomena alam lainya sehingga menimbulakan kesadaran bahwa tuhan menciptakan alam semesta dan seisinya ini tidaklah sia-sia belaka”.
Atas dasar ini, ilmu biologi berada di dalam perspektif aksiologi dimana tindakan dari ilmu-ilmu biologi ini tetap terkait dengan nilai-nilai ketuhanan sebagaimana yang terkait dengan aturan agama Islam, seperti melakukan rekayasa genetika merupakan tindakan yang diperbolehkan asal masih berada di dalam nilai-nilai agama.
Untuk sampai pada kesimpulan Allah sebagai asal-usul kehidupan, Biologi baru menyusun sebuah teori evolusi “alternatif” yang bertujuan untuk mengoreksi adanya kekurangan teori evolusi yang telah dibangun oleh Darwin dan para neo-Darwinis.[11] Unsur yang menonjol dalam teori kosmologi baru tersebut adalah bahwa perubahan kecil dalam unsur tetap fisik dapat menghasilkan suuatu ala semesta yang tidak dapat dihuni.
Kebanyakan ahli melihat bahwa sebenarnya pendirian Darwin akan membuang segala bentuk biologi yang berbicara tentang kemungkinan adanya Tuhan. Dalam argumen tradisional berdasarkan rancangan, dinyatakan bahwa baik  betuk biologis ataupun kondisi fisik yang mendukung dalam kehidupan pati merupakan karya seorang perancang intelijen, karena tidak mungkin terfikirkan hal tersebut dpat muncul secara kebetulan.[12] Pada kenyataannya, seleksi alamiah gagal dalam memproklamirkan sebagai biologi yang benar atau sahih.
Umat Islam merupakan yang pertama menyatukan segala ilmu pengetahuan warisan kemanusiaan, lalu dikembangkan terus dengan menambah banyak unsur yang nantinya akan menjadi ilmu yang sangat-sangat dibutuhkan di masa yang akan datang.

2. Fisika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
Fisika umumnya dinilai sebagai bagian dari ilmu alam (natural science) yang mempelajari tentang fenomena yang berhubungan dengan alam baik dari segi hayati maupun non-hayati. Ilmu fisika merupakah salah satu ilmu yang sangat erat kaitanyya dengan kehidupan manusia. Ilmu fisika akan berguna bagi manusia apabila sudah diwujudkan dalam bentuk hasil teknologi.
 Salah satunya adalah mempelajari tentang energi, apakah benar bahwa alam semesta ini dijalankan oleh energi? Apakah energi asal mulanya memang dari alam semesta?, banyak teori yang mengatakan bahwa energi adalah suatu gerakan. Fisika merupakan suatu ilmu yang menjadikan fakta sebagai hakikat utamanya, maka para ahli melakukan banyak eksperimen dan penelitian untuk mengetahui benar atau tidaknya dari sebuah teori yang bermunculan. Para ahli melakukan penyelidikan informasi, penyusunan, dan menguji berbagai gagasan yang telah diperoleh, seperti dari kegiatan yang diamati, pengalaman, dan proses ilmiah yang terjadi.
Ilmu fisika merupakan ilmu yang sifatnya mendasar, mulai dari hukum dasar, dan teori-teori yang dasar. Adanya ilmu fisika ini, dapat mendorong tentang kemajuan teknologi yang ada. Teknologi berusaha mengembangkan berbagai konsep untuk melakukan perkembangan pengetahuan dengan melakukan berbagai penelitian. Banyak manusia yang berpikir bahwa ilmu fisika merupakan ilmu yang sangat penting bagi umat manusia
Banyak revolusi ilmiah yang terjadi, maka ilmu fisika pun berkembang begitu pesat. Salah satunya adalah prinsip newton yang dijadikan dasar ilmu fisika.[13] Hukum newton berlaku pada mekanika klasik, yakni mekanika yang bergerak dengan kecepatan yang rendah. Banyak temuan-temuan yang menguatkan akan kehadiran fisika klasik, bahkan revolusi-revolusi industri pun menjadi simbol kemajuan yang juga dipengaruhi olek fisika klasik.
Aristoteles, seorang filsuf Yunani lebih berorientasi kepada sains dan siklus sejarah dimana ketia ia melakukan sebuah riset, selalu menggunakan metode induksi yang mana semua hasil penelitian yang dilakukan atas dasar dari fakta-fakta khusus yang ada.[14] Fisika klasik lahir pada permulaan abad ke-17 yang ditandai dengan penemuan para ahli fisika, yaitu Johannes Kepler, Galilei, dan Sir Issac Newton.
Namun, fisika klasik mulai tergusur dengan kehadiran fisika modern pada abad ke-20. Fisika modern muncul sebagai respon utama terhadap keterbatasan yang dimiliki oleh fisika klasik dan berusaha melampaui keterbatasan-keterbatasan tersebut menjadi rumusan baru agar lebih mudah dipahami. Perkembangan fisika ini memanglah sebuah fakta, dimana ada beberapa teori popular yang dikenal masyarakat, yaitu Teori Relativitas dan Teori Kuantum.[15] Suasana perkembangan ilmu fisika ini pun ikut mempengaruhi manusia, semua ilmu dapat lebih diluaskan dan dipelajari lebih dalam lagi bagi manusia. Berjalannya waktu pun, sikap manusia mulai mengikuti perkembangan ilmu fisika yang ada.
Fisika yang dikenal Islam pada saat ini yaitu tidak berhubungan langsung dengan klasifikasi ilmu pengetahuan tradisional. Kaum muslimin memiliki perhatian khusus untuk lebih mempelajari tentang optik dan fenomena cahaya. Ibnu Al-Haystam menulis sebuah kitab yang berjudul Al-Munazhir (Thesaurus Optical), kitab tersebut membahas lebih tentang optik. Menerapkan metode eksperimen untuk mempelajari beberapa fenomena cahaya dan melakukan penelitian terhadap refraksi dan lain-lain. Bidang lain yang diperdalam oleh kaum muslimin yaitu tentang gerak, dimana bidang ini juga terkait dengan penentuan berat secara spesifik.
Ibnu Khaldun dalam Al-Muqaddimah juga mendefinisikan ilmu fisika sebagai ilmu-ilmu yang meneliti tentang benda-benda dari segi gerak dan diamnya.[16] Karena itu, ilmu ini meneliti tentang benda-benda langit dan unsur-unsur, serta segala sesuatu yang terlahir darinya seperti binatang, manusia, tumbuh-tumbuhan, dan barang-barang tambang, yang terbentuk di dalam perut bumi seperti mata air dan gempa, dan di udara seperti awan, uap, petir, kilat dan lainnya.
Ada salah satu teori yang dianggap sebagai penemuan terbesar, yaitu Teori evolusi Darwin, sedangkan pada saat itu Abd Ar-Rahman Ibn Khaldun sudah menulis teori yang sama seperti teori evolusi Darwin, namun Abd Ar-Rahman Ibn Khaldun telah menulis hal tersebut lima abad sebelum teori dari Darwin dikemukakan. Hal tersebut telah diyakini oleh umat muslim bahwa semua ilmu pengetahuan pun berasal dari Allah. Ada beberapa contoh ilustrasi:
a. Teori bahwa bumilah yang merupakan pusat peredaran alam semesta, namun didalam al-Qur’an tidak pernah menyebutkan bahwa bumi beredar untuk alam semestanya, tetapi matahari, bulan, dan bintang saja yang beredar.
b. Teori yang mengatakan bahwa besi magnet dapat digunakan sebagai pembangkit energi yang tidak ada habisnya. Ada dalil yang menyatakan bahwa Allah. menciptakan besi yang di dalamnya terdapat kekuatan yang tak terbatas, yang ditafsirkan sebagai energi.
c. Teori yang membuktikan bahwa ada 7 lapis atmosfir, dan di dalam al-Qur’an menyatakan bahwa Allah SWT. telah menciptakan langit sebanyak tujuh tingkatan.

3. Kimia ditinjau dari Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
Ilmu kimia merupakan salah satu cabang dari ilmu alam yang berkaitan dengan teori dan eksperimen. Pada hakikatnya ilmu kimia mempelajari fenomena alam hayati maupun non-hayati berdasarkan prinsip yang berlaku dengan struktur, ikatan, dan reaksi kimiawi.[17] Pembelajaran tentang ilmu kimia sendiri dibutuhkan pikiran yang lebih kritis dan juga bersikap tanggap dan kreatif terhadap apa yang sudah dipraktekkan.[18] Kebanyakan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain juga menjadikan ilmu kimia sebagai bantuan untuk melakukan perkembangan ilmu yang lain. Ilmu kimia memiliki kedudukan yang penting, karena ilmu kimia sendiri dapat menjelaskan secara molekuler terhadap fenomena yang bersifat makro.
Ilmu kimia merupakan cabang dari ilmu alam yang mempelajari komposisi, struktur, sifat dan perubahan materi. Ilmu kimia terutama berkaitan dengan atom dan molekul serta interaksi dan transformasinya, misalnya sifat ikatan kimia yang terbentuk antar atom untuk membentuk senyawa kimia. Ilmu kimia juga mempelajari keterlibatan elektron dan berbagai bentuk energi dalam reaksi fotokimia, reaksi oksidasi-reduksi, perubahan fasa materi, dan pemisahan campuran. Preparasi dan sifat-sifat senyawa kompleks, seperti paduan, polimer, molekul biologis, dan senyawa farmasi termasuk dalam bidang kimia khusus.
Secara historis, pada awal perkembangan ilmu kimia hanya berkaitan dengan kimia anorganik, yaitu kimia tentang zat yang tidak terkait dengan makhluk hidup. Analisis yang rumit diperlukan untuk menemukan eksistensi berbagai unsur dan kombinasi antar unsur, seperti bagaimana mekanisme pembentukan berbagai senyawa yang relatif sederhana yang ditemukan dalam batuan, tanah, dan sebagainya. Pada era tersebut ilmu kimia sangat penting bagi ilmu fisika. Interaksi antara kedua ilmu itu sangat besar.
Ilmu kimia berkembang sebagai ilmu pengetahuan pada abad ke-17 setelah Antonie Laurent Lavoisier mengenalkan metode baru, yaitu metode ilmiah. Metode ini melakukan pengamatan yang berkaitan dengan kenyataan, memperluas pemikiran-pemikiran, dan akhirnya bisa menemukan kesimpulan yang tepat.
Lavioser seorang ahli kimia, melakukan penyelidikan atas pembakaran zat-zat besi dan zat-zat lainnya. Penyelidikan membuahkan hasil, dimana ternyata ketika zat-zat tersebut di bakar, maka hasil pembakaran pun akan memiliki massa yang lebih besar dari zat semula yang telah dibakar. Dapat disimpulkan bahwa pembakaran merupakan suatu peristiwa bernyawa yang terkait dengan oksigen yang ada didalam udara.
Kreativitas merupakan kemampuan untuk memunculkan ide-ide baru dan berdaya cipta. Hal ini merupakan potensi yang perlu mendapatkan apresisasi oleh guru melalui penerapan metode dan penggunaan media pembelajaran. Siswa yang kreatif memiliki ciri antara lain keingintahuan yang berlebih, daya kreasi dan imajinasi yang tinggi pula. Sehingga siswa yang kreatif mampu memahami halhal yang bersifat kongkret dan abstrak.[19]
Peradaban Islam di era kejayaan telah melakukan revolusi dalam bidang kimia, dengan memanfaatkan ilmu kimia, para ilmuwan muslim di era tersebut berhasil menghasilkan penemuan-penemuan yang hebat dan dapat dirasakan  manfaatnya hingga sampai sekarang. Ilmuwan  muslim pada saat itu juga mulai menerjemahkan buku-buku Yunani kuno, mereka berpikir bahwa pemikiran kimia yang dimiliki oleh orang Yunani kuno merupakan ilmu kimia yang bercampur dengan hal-hal mistik.[20]
 Namun peradaban Yunani pada saat itu hanya sebatas mengeluarkan hipotesis-hipotesis yang masih kurang jelas, sedangkan di peradaban Islam, lebih mengenalkan tentang observasi, eksperimen, dan penelitian sebagai dokumentasi bukti kebenaran. Ilmuwan muslim mengklaim bahwa hal tersebut kurang cocok bagi umat muslim untuk mempelajari lebih dalam tentang ilmu kimia, maka para ilmuwan cenderung untuk melakukan eksperimen pada materi hewan, tumbuhan, dan mineral alam.[21]
Ilmu kimia juga mendapat perhatian yang sama dengan ilmu alam yang lainnya terhadap al-Qur’an. Berikut adalah contoh ayat yang terkait dengan ilmu alam:
“Mahasuci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. ”
Ayat tersebut membuat manusia untuk lebih memikirkan kehidupan dan proses penciptaan yang dilakukan Allah SWT. untuk mendorong manusia melakukan berbagai eksperimen agar memunculkan suatu penemuan yang baru.

B. Proses Terbentuknya Alam Semesta
Ilmu pengetahuan sangat luas, kadang-kadang berhadapan dengan masalah yang sangat kecil umumnya seperti sel tetapi kadang-kadang dihadapkan dengan masalah yang sangat besar ukurannya seperti alam semesta. Mikrokosmo mempelajari hal-hal yang sangat kecil ukurannya. Sel atom, proton dan elektron merupakan beberapa contoh dari mikrokosmos sedangkan alam semesta termasuk dalam makrokosmos[22] setelah Galilie (1564-1642) menemukan teleskop semakin banyak benda-benda langit yang ditemukan. Namun bukan berarti sebelum ditemukan teleskop para ilmuan tidak memperhatikan gerak gerik tata surya. Alam merupakan segala sesuatu selain allah yang ada dilangit dan juga di bumi, secara filosofis alam merupakan kumpulan subtansi yang tersusun dari materi dan bentuk yang ada dilangit dan dibumi. menurut Abu Al-Ainain menyebutkan alam semesta dalam dalam filsafat dengan istilah Al-kaun yang berarti segala sesuatu yang diciptakan Allah, yang yang mencakup nama segala jenis makhluk baik yang dapat dihitung maupun yang dapat di deskripsikan saja [23]
Sains menjelaskan fenomena alam dan logika sebab akibat melalui berbagai proses pengamatan, observasi, penelitian, uji coba dan sebagainya dan itu bersifat rasional, impiris, deduktif dalam ilmu sains dan sekarang ada pengetahuan ilmiah yang bertahun-tahun di Al-Quran sudah ada karena Al-Quran sifatnya deduktif oleh karena itu ilmu sains ini memperkuat Al-Quran.[24]
Pada awal abad ke-20 salah satu teori menyatakan bahwa planet-planet terbentuk dari sebagian bahan matahari yang terlempar keluar disebabkan karena bintang lain yang bergerak mendekati matahari. Sehingga terjadi gaya tarik bergerak mendekati matahari, gaya tarik dari bintang menyebabkan sebagian bahan matahari terlempar keluar dan membentuk planet teori ini berbeda dengan yang dikemukakan oleh Imanuek Khan dan Laplace dan disempurnakan oleh Gerald P Kuiper dan CF Van Wiszacker di kenal dengan nama teori kondensasi. Teori kondensasi menyatakan : mula-mula ada kabut gas dan debu atau nebula karena mendingin lalu menyusut dan berputar lama dan semakin cepat berbentuk bulat pipih seperti cakram. Kebanyakan bahan berada di tengah dan membentuk matahari sedangkan bahan yang keluar membentuk planet-planet jika tata surya tersebut sesuai dengan teori ini, tentu akan terdapat banyak tata surya[25]
Alam semesta mula-mula dalam keadaan mampat, tidak menetap dan meledak melemparkan gumpalan besar dan melayang dari tempatnya mengembang bergerak menjauh. Maka terbentuklah Galaksi, sebagian memadat membentu planet-planet bila jarak antar galaksi dapat ditentukan, maka umur alam semesta ini dapat ditentukan, yaitu dngan cara membagi jarak dan kecepatan mengembangnya menurut perhitungan umur alam semesta ini kurang lebih berumur antara sepuluh sampai lima belas milyard tahun.
            Menurut Brandon Carter, alam semesta tidak memiliki pilihan lain kecuali apa yang sudah terjadi pada dirinya demi menyediakan syarat-syarat bagi keberadaan manusia[26]. Pandangan ini lah yang di koreksi oleh Al-Quran secara jelas dan tegas Al-Quran mewajibkan manusia memerhatikan lagit dan bumi, memikirkan dan merenugkannya dengan manusia merenungkan hal tersebut manusia dapat mengakui kebesaran Allah SWT selaku pemilik alam semesta dan seisinya. manusia dapat memahami posisi dan perannya di alam semesta yaitu menjadi pemelihara pengatur dan pendaya guna alam demi kemaslahatan manusia dan lingkungan.
1. Proses Terbentuknya Alam Semesta Menurut Al-Quran
Jika Allah menghendaki sesuatu makai a tinggal mengatakan “Kun” maka ajan jadilah sesuatu tersebut secara nyata.[27] Seperti yang telah dituliskan dalam Al-Quran, Allah berfirman dalam surah yaasiin ayat 82:
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Sesungguhnya urusannya-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah ia.
Tepat pada waktu nol berlakulah perintah Allah. maka pada masa itu seecara otomatis terciptalah ruang dan dan waktu melalui proses pencitan alam semesta ini. Allah berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
Berdasarkan keterangan ayat ini, langit dan bumi pada mulanya adalah suatu yang padu (fatq), kemudian kesuanya terisah satu sama lain. Dengan kata lain langit dan bumi muncul pertama kalinya menjadi ada melalui perostiwa pemisahan atau pemecahan (fataqa) struktur dari “fatq”. Titik unggul itu meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya terpisah , dan dalam peristiwa tersebut terbentuklah bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta.
Apa yang diterangkan di dalam Al-Quran bersesuaian denganpenemuan ilmu pengetahuan masa kini dimana kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini menyebutkan bahwa keseluruhan alam semesta beserta dimetri alam dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang terjadi hanya sekejap. Peristiwa ini yang dikenal dengan “Big Bang”.
Mengenai pembentukan alam semesta Al-Quran telah menjelaskan secara terperinci dan didalam Al-Quran dijelaskan bahwa penciptaan alam semesta dilakukan secara bertahap hal ini dapat diketahui melalui firman Allah surat Al-Anbiyah ayat 30:
dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu kemudian kami pisahkan antara keduaya. dan dari pada air kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapa merekah tidak juga beriman
Penciptaan alam semesta juga berati mrngikuti proses yang telah ditentukan oleh allah yaitu selama enam masa sesuai dengan surat Al-A’raf ayat 54 enam masa penciptaan alam semesta dibagi menjadi dua masa untuk penciptaan langit dan bumi  seperti yang diterangkan dalam surat fusillat ayat 9 dan 12 sedangkan penciptaan mahluk hidup dibumi membutuhkan waktu empat masa seperti yang diterangkan dalam surat fussilat ayat 10. [28]
2. Teori-teori Terbentuknya Alam Semesta
a. Steady state theory
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta dimana pun selalu sama. Alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama dalam teori ini juga menyatakan bawasannya galaksi tumbuh dan mengalami penuaan.
b. Big Bang Theory
Teori ini dikembangkan oleh George Lameitre teori ini menyatakan bahwa adanya masa yang sangat besar dan memiliki masa jenis yang sangat besar karena adanya reaksi inti menyebabkan ledakan yang sangat besar masa tersebut mengembang dengan cepat menjauhi pusat ledakan.[29] ketika alam semesta mengembang, suhu materi semakin turun dan terbentuk banyak helium, deutrium dan unsur-unsur ringan lainnya. kondisi ini sesuai dengan kenyataan yang terjdi pada alam semesta dengan asap yang melimpah yang merupakan 90% dari semua materi kosmos ini. dengan gerak acak awan-awan tersebut atom-atom bergabung secara kebetulan untuk membentuk kantong-kantong gas yang padat dari peristiwa ini lah muncul bintang-bintang.[30]
c. Teori mengembang dan memampat
Teori ini di kenal dengan nama teori ekspansi dan kontraksi teori ini menyatakan bahwa jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang di awali dengan masa ekspansi(mengambang) yang disebabkan adanya reaksi inti hidrogen pada tahap ini terbentuklah galaksi-galaksi. proses  ini berlangsung kurang lebih 30 milyard tahun selanjutnya bintang-bintang dan galaksi yang sudah terbentuk akan meredup dan memampat yang di dahului oleh pancaran panas yang sangat tinggi, setelah keadaan memampat yaitu proses  berkembang dan kembali lagi memampat[31]
d. Teori Evolusi
Charles Darwin adalah orang yang telah mencetuskan teori ini sebagaimana yang telah diyakini selama ini. Darwin mda sangat takjub dengan beragam spesies binatang dan yang paling utama  burung yang paling dia senangi yaitu burung  finch dari galapagos. Ia berangapan variasi pada paruh burung di sebabkan karena adaptasi dari habitatnya. Ia menduga bahwa asal usul kehidupan dan sepesies berdasar pada adaptasi lingkungan. Ia menyatakan bawasanya makhluk hidup berdasarkan nenek moyang yang sama.
Namun ada yang menytakan bawasanya teori evolusi ini palsu atau tidak benar sejak awal teori evolusi ini telah gagal di dukung dengan bukti-bukti sebagai berikut
a.         Evolusionis tidak mampu menjelaskan proses pembentukan satu proteinpun.
b.        Evolusi hanya sebuah kepercayaan, karena evolusionis tidak memiliki bukti untuk membuktikan teori mereka
Banyak spesies di bumi  ini yang mirip satu sama lain misalnya jenis serangga dan kucing dengan kuda namun malah bukan menjadi perhatian yang serius di bandingkan dengan kemiripan manusia dan kera. Kemiripan manusia tidak memiliki pengaruh yang signifikan dan adalah aneh jika mencari mata rantai evalusi keduanya. Hanya memiliki kemiripan yang sama.[32] Alam semesta terdiri dari bumi dan langit. Didalam Al-Quran di sampaikan allah menciptakan alam semesta ini dalam enam masa dalam sains enam masa ini diartikan dengan enam periode yang jarak satu masa dengan masa yang lain terpaut cukup lama secara terperinci enam masa tersebut dibagi sebagi berikut.
Masa pertama terjadinya ledakan Big Bang sebagai awal terciptanya ruang dan waktu. Masa kedua terjadinya alam semesta yang mengambang, benda langit berjatuhan (langit semakin tinggi) Masa ketiga allah menciptakan matahari yang bersinar dan bumi mulai berotasi Masa keempat ditandai dengan allah menghamparkan bumi, terbentuknya dari lontaran sebagian kulit bumi Masa kelima ditandai dengan penciptaan kehidupan dan air Masa keenam allah meninggikan gunung-gunung. [33]
Alam semesta diciptakan seperti menyerupai bola besar, yang dindingnya menyatu dengan tiang-tiang didasarnya. Ilmiah menyatakan kontruksi seperti bola ini lah yang menyebabkan suatu kontruksi tidak memerlukan tiang. Ini lah alasan langit yang luas dan beserta isinya tidak jatuh kebawa.
3. Penciptaan Bumi
Allah menciptakan bumi beseerta isinya dalam 2 masa yaitu masa kelima dan ke enam pada masa ini di tandai dengan adanya kehidupan dan adanya ketersediaan air masa kelima ini dalam Geologi mungkin juga bisa disebut dengan nama proterozoikum dimana dijumpai hewan-hewan dalam bentuk primitif meskipun tidak banyak. Setelah masa kelima dilanjutkan pada masa ke enam. Pada masa ke enam merupakan masa dimana Allah membentuk gunung-gunung, pembentukan gunung ini terjadi di wilayah interkasi dua lempeng pada masa ini pula diansaurus musnah dan munculnya manusia buatan. Pmbentukan gunung mengikut sertakan proses pengangkatan batuan-batuan yang terbentuk sebelumnya dan proses magmatik yang bisa jadi disertai mineralisasi yang memungkinkan terbentuknya mineral logam seperti Zn (seng) Cu (tembaga), timah hitam dan emas. Gunung-gunung juga mampu menahan awan wang mengandung air hujan, sehinggah berkumpul dan bertindih-tindih kemudian menjadi hujan. Gunung yang sudah ditinggikan tidak terlepas oleh erosi dan pelapukan. Hujan lama kelamaan mengerus gunung-gunung yang terbentuk  itu dan juga mengandung mineral yang bermanfaat. Gununng-gunung tuumbuhan dan pepohonan menjadi media proses terjadinya makanan bagi manusia dan juga makhluk hidup lain.
Sampai saat ini baru bumi saja yang mampu menopang kehidupan manusia bumi merupakan planet ketiga etelah planet merkurius namun sangat disayangkan akhir-akhir ini  bumi mengalami pemanasan global yang disebabkan gas-gas terutama gas karbondioksida yang bertindak sebagai gas rumah kaca dan juga terjadinya penipisan lapisan ozon yang disesbabkan oleh gas buang industri. Dan akankah selayaknya kita sebagai manusia menjaga dan merawat salah satu ciptaan tuhan ini dengan sebaik mungkin dan tidak merusaknya karna hanya inilah satu-satunya rumah atau tempat tinggal kita.
4. Penciptaan Langit
            Penciptaan langit terjadi dalam dua masa allah telah menuliskannya dalam Al Quran surat Fussilat ayat 12:

فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

Ayat diatas menjelaskan bawasannya allah menciptakan langit dengan tujuh tingkatan dalam dua masa. Masa yang dimaksud adalah periode yang rentan waktunya sangat lama. Awalnya allah menciptakan langi pertama dan dilanjutkan hinggah mencapai tujuh tingkatan langit. Dan juga dijelaskan pada surat Fussilat selanjutnya dijelaskan bawasannya setiap langit memiliki fungsi dan keadaan yang berbeda-beda dan juga setiap langit memiliki manfaat yang berbeda pula untuk maku hluk-makhluk yang bawahnya. Dalam sains lapisan-lapisan ini dinamakan dengan atmosfer yang melindungi bumi dari benturan-benturan benda-benda asing di luar angkasa. sama halnya yang dijelaskan pada Q.S Luqman ayat 10.

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan dia meletakkan gunung-guung(di permukaan bumi)supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu: dan memperkembang biakan padanya segala macam jenis binatang, dan kami turunkan air hujan dari langit: lalu kami tumbuhkan segala macam tumbuhan-tumbuhan yang baik baginya”

Ayat ini menjelaskan bawasannya allah menciptakan langit secara bertingkat-tingkat setiap benda alam itu seakan terapug secara kokoh tanpa adanya tiang penyangga dan tanpa adanya tali yang mengaitkan. Hakikat tujuh langit dimaknai sebagai jumlah benda langit seperti yang dipahami dalam ilmu astronomi. Perlu di perhatikan bahwa Al-Quran menyebutkan tujuh langit itu diciptakan dalam bertingkat-tingkat ungkapan ini tidak harus dimaknai bahwa benda-benda langit ini dalam jarak yang berbeda-beda ada beberapa langit yang jaraknya saling berdekatan dan juga berjuahan. Benda-benda langit merupakan benda ciptaan allah sebagai mana yang dijelaskan dia menundukan matahari dan bulan dalam artian menetapkan fungsi, gerak rotasi dan revolusinya yang terus berlaku sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan.

C. Anggota Tata Surya
            Tata surya adalah sistem perkumpulan benda-benda langit yang yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan seluruh objek yang terikat oleh gravitasinya. Tata surya dibagi menjadi matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar dan bagian terluar  terdapat sabuk kuiper dan piringan tersebar.
            Awan Oort diperkirakan terletak paling jauh diperkirakan jaraknya seribu kali diluar bagian terluar  sebagian besar benda-benda langit mengeliligi dengan lintasan yang berupa elips kecepatan pelanet melintasi bidang revolusinya tidaklah tetap hukkum yang mendukung fenomena tersebut adalh hukum kapler.[34]
1.        Matahari
            Matahari merupakan pusat tata surya dan jarak antara bumi dan matahari adalah 149.600.000 Km jara ini disebut sebagai satuan astronomi (SA) jika di bandingkan dengan ukuran matahari 332.830 masa bumi dalam kategori bintang termasuk bintang yang kerdi kuning.
            Matahari merupakan pusat tata surya karena gaya gravitasinya yang begtu besar matahari merupakan sumber kehidupan bagi bumi kondisi iklim dan cuaca sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi oleh matahari sumber panas matahari berasal dari fusi nuklir, yaitu penggabungan antara inti unsur hidrogen dengan unsur helium dalam suhu yang tinggi[35]
2.        Planet
            Planet berasal dari bahasa yunani yaitu Asteres Planetai yang artinya Bintang pengelana. diberi nama demikian karena berbeda dengan bintang lainnya, palanet dari waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain.
            Sebelumnya terdapat 9 planet yang terdapat pada tata surya tetapi pada konfrensi astronom 2006 diputuskan planet pluto tidak termasuk dalam sistem tata surya. menurut astronom benda langit dapat dikategorikan sebuah planet jika memenuhi syarat sebagai berikut:
a.       Cukup besar untuk bergravitasi
b.      Berbentuk bulat
c.       Memiliki orbit yang tidak memotong orbit planet lain
d.      Merupakan objek yang dominan orbitnya.[36]
Sebuah teori pembentukan tata surya dan sistem keplanetan harus dapat menjelaskan data-data dan fakta-fakta hasil pengamatan. Sebelum banyak ditemukan beberapa fakta tentang tata surya dan sistem keplanetan, Laplace telah mengemukakan gagasan tentang asal mula pembentukan tata surya dan sistem keplanetan. Menurut Laplace, ada empat fakta yang harus dijelaskan pada teori pembentukan tata surya, yaitu :
1. Orbit semua planet-planet boleh dikatakan (karena inklinasi yang kecil) berada pada satu bidang yang sama.
2. Semua planet mengelilingi Matahari dalam arah yang sama.
3. Lintasan orbit planet hampir semuanya berupa lingkaran.
4. Putaran planet pada sumbunya sama dengan arah orbitnya pada Matahari.[37] Tata Surya berarti adanya suatu organisasi yang teratur dengan matahari sebagai induk. Pada zaman yunani kuno, orang-orang yunani mengenal lima planet yang dilakukan dengan pengamatan secara kasar, planet tersebut ialah Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus dengan bumi sebagai pusatnya.
1.    Matahari
Matahari juga merupakan tata surya yang paling besar karena 98% massa tata surya terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan sumber-sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-maisng fotosfer, kromosfer  dan korona.
Matahari merupakan sumber energi utama bagi planet Bumi yangmenyebabkan berbagai proses fisis dan biologi dapat berlangsung.[38] Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena :
a. Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batbara dan minyak bumi sebenarnya juga berasal dati matahari;
b. Mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, bulan, tahun serta mengontrol peredarana planet lainnya.
2.    Planet Merkurius
Planet merkurius merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau bulan dan juga hawa atau udara. Planet ini mengandung albedo, yaitu perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau 93% cahaya yang berasal dari matahari diserapknya.
Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari. Ini berarti panjang siang harinya lebih dari 28 hari, demikian juga pada malam harinya. Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari. .
3.    Planet Venus
Planet ini dinamakan Venus karena bila dilihat dari bumi merupakan planet yang paling  banyak memantulkan cahaya matahari akibat sifat dari permukaanya. Orang Yunani menganggap keadaan planet itu sangat cantik seperti dewi kecantikan mereka (Venus).
Dengan analisis spektrum atas cahaya yang datang dari Venus, dapat diketahui bahwa di sana terdapat oksigen. Atas dasar analogi bahwa keberadaan gas  oksigen yang tetap jumlahnya di udara disebabkan oleh tumbuhan yang mengadakan fotosintesis maka dapat diperkirakan bahwa di Venus pun ada kehidupan. Rotasi Venus berlawanan dengan rotasi bumi, bumi berotasi dengan arah barat-timur, sedangkan venus rotasinya timur-barat.
4.    Planet Bumi dan Bulannya
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari. Besarnya hampir sama dengan venus dan bergaris tengah 7.900 mil atau 12.646 km.jarak antara bumi dengan matahari ialah 149 juta km. jarak ini dijadikan satuan jarak astronomical Unit (AU). Jadi, 1 AU = 149 juta km.
Bumi  mengadakan rotasi 24 jam, berarti satu hari bumi lamanya ialah 24 jam, sedangkan satu hari venus ialah 247 kali dari bumi, yakni 247 x 24 jam. Bumi mengadakan  revolusi selama 365 ¼ hari. Satu kali putaran mengelilingi matahari disebut juga satu tahun . sekarang mari kita bandingkan dengan 1 tahun merkurius = 88 hari bumi, sedangkan 1 tahun mars = 1,9 tahun bumi. Berat jenis rata-rata bumi ialah 5,52.
5.    Planet Mars
Planet ini diberi nama sesuai dengan nama Dewa Pernah orang Yunani, karena planet ini berwarna kemerah-merahan seperti darah yang diduga tanahnya mengandung banyak besi oksigen. Pada permukana planet ini didapatkan warna-warna hijau, biru dan sawo matang yang selalu berubah sepanjang tahun.
Dugaan ini bertolak pada kenyataan-kenyataan berikut ini : Berdasarkan pengamatan melalui teropong dan foto, pada permukana Mars terdapat semacam kanal (saluran atau dam air) yang sangat panjang dan lurus sekali. Kanal ini menghubungkan bagian Mars yang tertutup salju dengan bagian yang panas.  Penelitian terakhir menunjukkan bahwa pada planet Mars terdapat uap air meskipun dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi para pakar lebih cenderung mengatakan bahwa perubahan warna permukana planet disebabkan oleh angin pasir, bukan oleh organisme.
6.    Planet Jupiter
Jupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya kita. Ia bergaris tengah 86.600 mil atau 138.560 km, mengadakan rotasi dengan cepat yaitu 10 jam (bandingkan 24 jam untuk Bumi dan 247 hari untuk Venus). Jupiter tampak sebagai bintang  yang terang yang muncul di tengah malam. Akibat berotasi dengan cepat, bagian ekuator lainnya menjadi sedikit mengembang dan mebentuk sabuk yang jelas.
Berdasarkan analisis spektroskopis, planet ini mengandung gas metana dan amo niak  dalam jmlah banyak, begitu juga gas hidrogen. Albedonnya 0,44 Bercak kemerahan bergaris tengah 30.000 mil di bagian Selatan (telah diketahui dari tahun 1831) diperkirakan adalah suatu kawah yang masih hidup (karena warnanya berubah-ubah). Planet ini mempunyai 14 satelit atau bulan. 
7.    Planet Saturnus
Planet terbesar kedua setelah Jupiter ialah Saturnus, karena planet ini bergaris tengah 74.000 mil atau 118. 400 km dengan kecepatan rotasi yang sama dengan Jupiter. Planet ini juga memiliki lapisan atmosfer yang terdiri dari gas etan, amoniak  dan hidrogen yang bersuhu rata-rata 1030 C, tetapi suhu pada permukaanya sangat rendah, yakni 2430 F. walaupun demikian, massa jenisnya sangat kecil bila dibandingkan dengan air yakni 0,75 g/cm3.
Saturnus mempunyai 10 satelit dan yang terbesar ialah titan (besarnya 2  kali bulan-bumi). Phoebe  yang bergerak berlawanan arah dengan sembilan satelit lainnya, menunjukkan bahwa phoebe  bukan anak  kandung saturnus. Keanehan phoebe  dan sabuk raksasa itu memperkuat Teori Tidal. Keanehan lainnya ialah sabuk Saturnus itu itu mengembang dan merapat pada permukaan planet 15 tahun sekali.
8.    Planet Uranus
Planet ini ditemukan secara tak sengaja oleh Herschel  dan keluarga pada tahun 1781, ketika mereka sedang mengamati Saturnus. Besarnya Uranus kurang dari setengah saturnus dengan garis tengah 50. 560 km atau 4 kali bumi. Oleh karenanya, planet ini merupakan planet pertama yang dapat ditangkap oleh teleskop, karena letaknya yang cukup jauh dari matahari.
Uranus memiliki lima satelit. Berbeda dengan planet lain, rotasi Uranus bergerak dari Timur ke Barat. Jarak ke matahari adalah 2.860 juta km atau 19,2 AU, dan mengelilinginya dalam waktu 84 tahun. Kecepatan rotasi 10 jam 47 menit. Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager  pada bulan Januari 1986, Uranus memiliki 14 satelit. Sama seperti Venus, rotasinya berlawanan arah dengan rotasi bumi.
9.    Planet Neptunus
Neptunus ditemukan pada saat para astronom mengamati planet baru Uranus yang orbitannya agak menyimpang dari perhitungan. Berdasarkan Hukum Newton (gaya tarik menarik antara dua benda) diperkirakan ada benda langit besar lain yang mempengaruhi orbit Uranus. Ternyata pengaruh tersebut disebabkan adanya Neptunus yang merupakan planet terbesar ketiga pad atahun 1846. Planet ini, jika dilihat dengan teleskop dari bumi berwarna kebiru-biruan. Dari spektrum cahayanya, planet ini diketahui mempunyai atmosfer yang sebagian besar terdiri dari gas metana.
Neptunus mempunyai dua satelit, satu diantaranya disebut Triton.satelit Triton beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi Neptunus. Jarak ke matahari adalah 30,1 AU atau 4,470 juta km, bergaris tengah 28.000 mil dan mengelilingi matahari dalam waktu 165 tahun sekali putar.

Periode rotasi planet dalam tata surya
Planet
Periode rotasi
Periode revolusi
Jarak rata-rata ke matahari
Merkurius
58,6 hari
88 hari
57,9 juta Km
Venus
243 hari
224,7hari
108,23 juta km
Bumi
23,9 jam
365,25 hari
150 juta km
Mars
24,6 jam
687 hari
228 juta km
Jupiter
9,8 jam
11,9 tahun
778 juta km
Saturnus
10,2 jam
29,5 tahun
1427 juta km
Uranus
10,8 jam
84 tahun
2870 juta km
Neptunus
15,6 jam
164,8 tahun

4497 juta km

3.        Komet
       Komet adalah benda langit yang menyerupai sebuah asteroid yang berisi gas dan debu yang membeku. komet memiliki orbit lintasan berbentuk elips dan lebih lonjongdi bandingkan orbit planet. komet terdiri atas inti komet, awan hidrogen dan ekor komet.
       Komet beredar mengelilingi matahari dan waktu edarnya cukup lama hinggah mencapai ribuan tahun atau lebih beberapa komet yang sudah di temukan oleh manusia adalah komet halley yang muncul setiap 76 tahun sekali, hayutake(1996), dan lulin (2007).
4.        Asteroid
       Asteroid atau planetoid benda langit yang berukuran kecil para astronom menyatakan bahwa asteroid terbentuk dari bekas ledakan planet hinggah saat ini telah banyak asteroid yang sudah ditemukan manusia penemuan terbaru mencatat rata-rata sebanyak 5,000 buah per bulan[39].
5.        Meteor
       Meteor adalah benda padat yang berukuran lebih kecil dari asteroid meteor sering juga disebut sebagai bintang jatuh oleh masyarakat awam kenampakan terebut diakibatkan oleh gesekan antara meteor dengan atmosfer bumi. Para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar 48,5 ton (44 ton atau 44.000 kilogram) bahan meteorit jatuh di Bumi setiap hari. Hampir semua batuan tersebut menguap di atmosfer Bumi dan meninggalkan jejak terang.[40] Berdasarkan komposisinya meteor di bagi menjadi 3 yakni:
a.       Meteorid besi nikel, mengandung 90% besi dan 8% nikel
b.      Meteorid batu mengandung banyak kalsium dan magnesium
c.       Meteorid tektit mengandung 80% asam kersik
6.        Satelit
Satelit adalah benda langit yang mengelilingi planet dan bersama-sama melakukan revolusi mengelilingi matahari pada umumnya arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planet kecuali planet satelit neptunus dan jumlah satelit di setiap pelanet berbeda-beda.
Mike Russel peneliti Jet Propultsion Laboratory Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), terapat tiga makalah ilimah yang ditulisnya, menjelaskan bahwa kehidupan dibumi berawal dari ventilasi hidrotermal di dasar laut.
Dalam dua karya ilmiah di jurnalnya Russel menjelaskan bahwa pada mulanya, cairan alkali di ventilasi hidrotermal dan air laut purba saling berinteraksi. Dengan adanya cairan alkali yang mengandung hidrogen dan metana serta air laut yang mengandung karbondioksida akan menghasilkan astetat. Senyawa astetat inilah yang dapat berkembang menjadi basis kehidupan.
Russel menyimpulkan risetnya tersebut bahwa pada cairan alkali di dasar laut menentukan apa yang kita percaya sebagai cara paling logis berawalnya kehidupan di bumi beserta energi yang menyuplainya.
Dari penetitian-penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan diatas belum ada kesimpulan yang dapat diambil dan dapat diyakini secara akal fikiran. Dan juga belum terjamin kebenarannya. Hanya ada teori yang dapat dijadikan pegangan dan dapat diyakini untuk kebenarannya yakni menurut Al-Qur’an. Karena tulisan yang ada di dalam Al-Qur’an datangnya dari sang pencipta Alam semesta itu sendiri yakni Allah SWT.
Kebenarannya dapat diyakini karena langsung dari sumbernya. Ia yang menciptakan alam semesta beserta isinya memang mengandung makna terdalam.

D. AWAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI
Masalah manusia ialah masalah yang akan dikaji oleh manusia itu sendiri. Banyak para ahli yang menyelidiki setiap kepribadian seseorang sehingga mereka mampu mencetuskan berbagai bidang ilmu pengetahuan yang membicarakan manusia seperti, humanisme, biologi, psikologi, kesehatan, hukum, antropologi, sosial dan politik. banyak orang berpikir bagaimana makhluk hidup bisa muncul pada kali pertamanya. Seorang Evolusionis tentulah ingin segera menjawabnya. Maka ia mengatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali ada adalah dimulai dari satu sel tunggal yang berasal dari benda mati yang akan membentuk dengan sendirinya secara kebetulan. Lantas para ilmuwan itu menyaring tiga pokok bahan yang bisa membentuk mahluk hidup yakni, hidrogen sulfida, hidrogen sianida, dan sinar matahari.[41]
Teori yang disimpulkan ini disaat keadaan bumi masih terdiri dari bebatuan, tanah, gas, serta unsur lainnya. Angin, hujan, serta halilintar membawa dampak yang bisa mempengaruhi suatu organisme hidup secara kebetulan. Akan tetapi pernyataan dari evolusi ini sedikit bertentangan dengan salah satu prinsip yang paling mendasar biologi. Biologi mengatakan bahwa kehidupan ini berasal dari kehidupan sebelumnya, yang berarti benda yang dianggap mati tidak akan pernah bisa memunculkan kehidupan.
Tidak cukup sampai disini, selain prinsip biologi yang menentang pernyataan dari evolusi juga mengemukakan pendapatnya. Prinsip dari hukum yang mengatakan bahwa kehidupan ini ada karena hadir kehidupan sebelumnya. Kedua pihak ini memiliki argumen yang sama, dapat ditarik kesimpulan bahwa kehidupan ini berasal dari kehidupan sebelumnya. Sudah jelas bahwa Dia lah Allah satu-satunya sang Khaliq yang Maha Benar atas segala kekuasaan Nya. Bahwa hanya Dia lah yang menciptakan apa-apa yang ada dilangit dan bumi, terdapat firman Allah dalam Q.S. Al-A’raf ayat 54 yang artinya, “Sesungguhnya tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam diatas Arsy…”.
Tanpa kita sadari Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah mengenalkan diri Nya kepada kita dalam ayat ini. Bahkan jika saja kalian bertanya, “siapa Allah?” sudah tentu inilah ayat yang akan menjawabnya. Cobalah kita membaca kembali awal terjemahan dari ayat ini, Allah mengatakan bahwasannya Dia lah yang menciptakan langit dan bumi. Serta pada kalimat akhir terdapat kalimat Mahasuci Allah tuhan seluruh alam, hendaklah kita sejenak merenungkan penciptaan Allah, Dia lah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Dari sini sudah amat jelas bahwa Dia lah satu-satunya pemilik dari semua kepemilikan yang hakiki
Maka dari itu pertanyaan seputar bagaimana makhluk hidup itu muncul membuat teori evolusi mengalami kesulitan. Akan tetapi masih ada juga sebagian dari mereka yang menganggap kemunculan makhluk di bumi ini secara kebetulan, hanya demi mempertahankan teori evolusi tersebut. Sebab itu sangatlah jelas bahwa yang semua makhluk hidup di bumi tercipta dari suatu perancangan yang cerdas, yang tidak bisa dipungkiri oleh manusia bagaimana proses pembentukannya secara real, dengan kata lain seluruh makhluk hidup didunia ini ialah ciptaan Allah. Dalam teori  evolusi Darwin mengatakan bahwasannya setiap satu spesies hidup berasal dari satu nenek moyang spesies yang sebelumnya sudah ada, kemudian ia menganggap spesies itu lama kelamaan akan berubab menjadi spesies lain dan semua spesies terlahir dengan cara seperti ini. Dalam teori evolusi Darwin, setiap spesies hidup berasal dari satu nenak moyang spesies yang ada sebelumnya lambat laun berubah menjadi spesies lain, dan semua spesies muncul dengan cara ini.
Perubahan yang dialami spesies ini tidak lah memerlukan waktu yang sekejap, akan tetapi semua perubahan akan mengalami proses yang lama bahkan hingga jutaan tahun. Al-quran sangat jelas dalam membicarakan penciptaan makhluk hidup, yang salah satunya  dapat kita lihat dalam Q.S Surat Taha ayat 53 yang artinya, “Tuhan yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadkan jalan-jalan diatasnya bagimu, dan yang menurunkan air hujan ari langit. Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.

E. DASAR KONSEPSI KEHIDUPAN DALAM AL-QURAN
Kehidupan adalah tentang "aku, alam, dan penciptaku" . Kehidupan bagaikan tata surya mempunyai berbagai bintang - bintang yang diumpamakan pendukung / aset dalam hidup kita, sedangkan matahari berperan sebagai pondasinya, pusat, dan tujuan kita.[42] Dalam surah al isra’ ayat 88, allah berfirman yang berbunyi: artinya “katakanlah,sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al qur’an ini, niscaya mreka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia ,sekalipun sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS.Al isra’, 17:88).
Al qur’an adalah bukti nyata , didalamnya ada bukti bahwa al qur’an berasal dari allah dan manusia tidak dapat meyerupainya. Satu bukti ini ialah ayat ayat al qur’an yang terdapat dialam semesta, sesuai dengan ayat pada surah fushilat 41:53 yang artinya: “kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda tanda kekuasaan kami di segenap penjuru dan pad diri merek sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al qur’an adalah benar. Dan apakah tuhanmu tidak cukup bagi kamu bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”.
Manusia hakikatnya merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna bentuknya, seperti yang tertera didalam Al-Qur'an. Maksud paling sempurna disini adalah Allah menciptakan manusia dengan tubuh yang berdiri tegak sedangkan hewan-hewan kebanyakan diciptakan dengan merayap. Allah juga menciptakan manusia yang makan menggunakan tangannya dan diberi keistimewaan berupa akal.[43]
Banyak informasi yang ada di dalam al qur’an yang sesuai dengan dunia eksternal ini. Allah lah yang maha memiliki pengetahuan mengenai semuanya dan allah lah yang telah menciptakan alam semesta dan allah juga yang telah menurunkan al qur’an. Untuk orang orang beriman yang teliti dan sungguh sungguh dan arif banyak sekali informasi dan analisis dalam al qur’an dapat mereka lihat dan pelajari. Perlu di ingat walaupun demikian al qur’an bukanlah sekedar buku ilmu pengetahuan tapi juga mempunyai tujuan yang terdapat pada al qur’an surat ibrahim 14:1, artinya: “alif lam ra. Ini adalah kitab yang kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin allah yang maha kuasa lagi maha terpuji.” Dan terdapat juga pada surat al mu’min 40:1 artinya: “.... untuk menjadi petunjuk  dan peringatan bagi orang orang yang berpikir.”
Allah menurunkan al qur’an ini untuk sebagai petunjuk kepada seluruh orang orang beriman bagaimana cara agar menjadi hamba allah dan mencari ridho allah. Betapapun, Al-Quran juga memberi informasi dasar mengenai beberapa hal seperti penciptaan alam semesta, kelahiran manusia, struktur atmosfer, dan keseimbangan di langit dan di bumi. Al-Quran tersebut sesuai dengan temuan terbaru ilmu pengetahuan modern adalah hal penting, karena kesesuaian ini menegaskan bahwa Al-Quran adalah “firman Allah”. Menurut ayat “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al- Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya”. (QS. An-Nisaa’, 4: 82), terdapat keserasian yang luar biasa antara pernyataan di dalam Al-Quran dan dunia eksternal. Pada halaman-halaman berikut kita akan membahas kesamaan yang luar biasa antara informasi tentang alam semesta yang ada dalam Al-Quran dan dalam ilmu pengetahuan.
        Al-Quran menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah dengan bermacam- macam istilah, seperti : Turaab, Thieen, Shal-shal, dan Sulalah. Dapat diartikan sesungguhnya Allah menciptakan jasad manusia dari berbagai macam unsur kimiawi yang ada pada tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses berikutnya tidak terdapat dalam Al-Quran secara rinci. Ayat-ayat Quran yang menyebutkan manusia diciptakan dari tanah, pada umumnya hanya dipahami secara lahiriah saja. Menimbulkan pendapat sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah SWT berasal dari tanah, karena Allah maha kuasa, segala sesuatu pasti dapat terjadi.
         Disisi lain sebagian dari umat Islam memiliki asumsi bahwa  Nabi Adam AS. bukan manusia yang pertama diciptakan. Pendapat ini didasarkan pada asumsi bahwa: Ayat-ayat Quran yang menerangkan tentang manusia diciptakan berasal dari tanah bukan berarti bahwa seluruh unsur kimia yang ada pada tanah turut mengalami reaksi kimia. Hal itu sebagaimana pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan merupakan bahan makanannya berasal dari tanah, sebab semua unsur kimia yang ada pada tanah tidak semua ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan, tetapi hanya sebagian saja. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih ber- gantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau men- ciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (Q.S. Ali Imran: 190-191).











KESIMPULAN
Ini adalah sebagian mukjizat al-Qur’an dan masih banyak lagi segi-segi lain yang akan berkepanjangan bila kita menjadikannya lembaran-lembaran tersendiri, dan zamanpun masih terus mencari rahasia-rahasia kemukjizatan al-Qur’an. Namun demikian, rahasia al-Qur’an yang disebutkan para ulama’ hanya merupakan satu tetes dari lautan pengetahuan al-Qur’an. Maka sesungguhnya kalam Allah ini tidak bisa dijangkau oleh siapapun, sebagaimana siapapun tidak akan bisa menjangkau kebesaran zat-Nya dan keagungan sifat-Nya.
Dikemukakan beberapa teori dari beberapa ilmuwan serta dari pandangan Islam berdasarkan Al Quran. Teori terciptanya alam semesta meliputi Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory), Teori Dentuman Besar (Big Bang) Dan Teori Osilasi.Sedangkan pembentukan tata surya dibahaskan dalam teori bintang kembar, teori nebular dan teori tidal atau pasang surut.
Dari sekian banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan ternyata ilmuwan modern menyetujui bahwa teori dentuman besar  (Teori Big Bang) merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada. Namun perlu disadari bahwa jauh sebelum para ahli mengemukakan teori Big Bang, ayat- ayat Al-Quran telah secara jelas menceritakan bagaimana alam semesta ini terbentuk dalam 6 masa.

SARAN
Hendaknya kita sebagai manusia harus bisa melestarikan, menikmati, dan menjaga sebaik-baiknya segala sesuatu  yang telah tercipta (alam semesta beserta isinya).
Kita sebagai insan yang terus mengikuti perkembangan zaman di mana ilmu-ilmu khususnya ilmu kealaman yang terkadang berubah seiring perkembangan zaman.











DAFTAR PUSTAKA

Buku
Husma, Amrah. “Biologi Dasar dan Kesehatan”, (Makassar: CV. Soscial Polticic Genius, 2016).
Jasin, Maskoeri. “Ilmu Alamiah Dasar”, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2015).
Trianto. “Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Perspektif Islam dan Barat”, (Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher, 2007).
Greg Soetomo, “Sains dan Problem Ketuhanan”, (Yogyakarta : Penerbit Kanisius, 2002).
Leahy, Louis. “Sains dan Agama dalam Konteks Zaman Ini”, (Yogyakarta : Pustaka Kanisius, 2001)
Ahmadi, Abu. dkk. “ILMU ALAMIAH DASAR, (Jakarta: Rineka Cipta,1991)
Marconi, Achmad. “BAGAIMANA ALAM SEMESTA DICIPTAKAN”, (Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 2003)
Tasmuji, dkk. “Ilmu Alamiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar (IAD-ISD-IBD),(Surabaya: UIN Sunan Ampel Press, 2019)
Mahfud, Asy-Syafrowi “Bumi Sebelum manusia Tercipta.” (Yogyakarta.: Mutiara Media, 2014)
Hartono,. “Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta”, (Bandung: Citra Praya, 2007)
Setiawan, Agung. ”Membuka Wawasan Dengan Geografi Untuk Kelas X SMA/MA” (Sleman: Budi Utama,2018)



Jurnal
Abidin, Zainal. “Integrasi Islam dengan Fisika dan Kimia” Jurnal Afkar vol. 5 no. 2, Oktober 2017.
Siswati, Vialinda “Hakikat Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Modern dan Islam” Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam vol. 7 no. 1, Mei 2017.
Syamsuri. “Doktrin Obyektifsme Ilmu Pengetahuan Modern” Jurnal Refeksi, vol 13, no. 4, April 2013.
Pradhana, Aldy. dan Yongki Sutoyo, “Worldview Islam sebagai Basis Pengembangan Ilmu Fisika” Jurnal Tsaqafah vol.15 , no.2 , November 2019.
Kencanawati, Indah. “Proses Biologi Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Khasanah Islam”, Jurnal Islamika, vol.14, no. 2 Tahun 2014
Suryaningsih, Yeni. “Penerapan Pembelajaran Biologi Berbasis al-Qur’an Sebagai Metode Untuk Pembentukan Karakter Siswa” Jurnal Bio Educatio, vol.3, no. 1, April 2018.
Rusli, A. “Pendidikan Fisika Untuk Abad ke 21: Kesadaran, Wawasan, Kedalaman, Etika” Jurnal Fisika Indonesia No: 50, Vol XVII, Edisi Agustus 2013.
Istijabatun, Siti. “Pengaruh Pengetahuan Alam Terhadap Pemahaman Mata Pelajaran Kimia” Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, vol .2, no. 2, 2008.
Rahmawati, Richa Dwi. dan Nurhasanah Bakhtiar, “Pembelajaran IPA Berbasis Integrasi Islam-Sains pada Pokok Bahasan Penciptaan Alam Semesta dan Tata Surya”, Journal of Natural Science and Integration, vol.1, no.2, Oktober 2018.
Murtiningrum, Tri, dkk. “Pembelajaran Kimia dengan Problem Solving Menggunakan Media E-Learning dan Komik Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kreativitas Siswa” JURNAL INKUIRI vol. 2, no. 3 ,Tahun 2013.
Maunah, Siti. “Hakikat Alam Semesta Menurut Filsuf Islam” Jurnal Madaniyah vol. 9, No1, Januari 2019.
Khoiriyah, Khilyatul. “Evolusi Bintang Pada Pembentukan Tata Surya dan Sistem Keplanetan” Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi, vol. 5, no. 2, Tahun 2016.
Saputra, Oka. “Revolusi Dalam Perkembangan Astronomi: Hilangnya Pluto Dalam Keanggotaan Planet Pada Sistem Tata Surya” Jurnal Filsafat Indonesia, vol. 1 ,no. 1 , Tahun 2018.

Internet
Ratnasari, Ayu. “Tata Surya Kehidupan”https://www.kompasiana.com/ayuratna/598d4ffd835be76fd3693462/tata-surya-kehidupan diakses pada 5 Maret 2020 pukul 10.50
Astuti, Utari Purwo “Penciptaan Alam Semesra di Antara Sains dan Al-Qur’an” https://www.kompasiana.com/utaripurwo8060/5e043c82097f3667bb000164/penciptaan-alam-semesta-diantara-sains-dan-al-quran?page=all diakses pada 6 Maret 2020 pukul 05.07
Dania, Rachma “Perbedaan Benda Langit: dari Asteroid, Meteorit, Hingga Komet” https://tirto.id/perbedaan-benda-langit-dari-asteroid-meteorit-hingga-komet-eg2t diakses pada 1 Maret 2020 pukul 19.40
Farrisy Yasir, Rayhan. “Benarkah Ilmu fisika Berasal dari Islam? Apa Pengertian dan Tujuan Utamanya?” https://www.kompasiana.com/rayhanfarrisy/5dfb29ad097f36632e46ef22/benarkah-ilmu-fisika-berasal-dari-islam-lantas-apa-ya-pengertian-dan-tujuan-utama-daripada-ilmu-tersebut diakses pada 25 Februari 2020 pukul 16.05
Heriyanto, Trisno. “Ilmuwan Berhasil Ungkap Kehidupan  Pertama di Bumi” https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150323132658-199-41165/ilmuwan-berhasil-ungkap-kehidupan-pertama-di-bumi diakses pada 29 Februari 2020 pukul 21.02
Kusumah Ayu, Endang. “Proses Penciptaan  Manusia Menurut Al-Qur’an” https://www.kompasiana.com/kusumahayu/5df04883d541df20a648bc82/proses-penciptaan-manusia-menurut-al-qur-an?page=all diakses pada 06 Maret 2020 pukul 03.57









[1] Syamsuri, Doktrin Obyektifsme Ilmu Pengetahuan Modern” Jurnal Refeksi, vol 13, no. 4, April 2013, hlm. 418.
[2] Quraish Shihab “Senjata Umat Islam Sekarang: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” https://tirto.id/senjata-umat-islam-sekarang-ilmu-pengetahuan-teknologi-cqBY diakses pada 6 Maret 2020 pukul 05.14.
[3] Vialinda Siswati, “Hakikat Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Modern dan Islam” Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam vol. 7 no. 1, Mei 2017, hlm. 84.
[4] Zainal Abidin, “Integrasi Islam dengan Fisika dan Kimia” Jurnal Afkar vol. 5 no. 2, Oktober 2017, hlm. 34.
[5] Indah Kencanawati, “Proses Biologi Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Khasanah Islam”, Jurnal Islamika, vol.14, no. 2 Tahun 2014, hlm. 166.
[6] Yeni Suryaningsih, “Penerapan Pembelajaran Biologi Berbasis al-Qur’an Sebagai Metode Untuk Pembentukan Karakter Siswa” Jurnal Bio Educatio, vol.3, no. 1, April 2018, hlm. 26.
[7] Amrah Husma, Biologi Dasar dan Kesehatan (Makassar: CV. Social Politic Genius, 2016) hlm. 2.
[8] Maskoeri Jasin, “Ilmu Alamiah Dasar” (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2015) hlm. 133.
[9] Maman Rumanta, Krisna Iryani, dan Anna Ratnaningsih, “Makhluk Hidup: Asal Mula, Ciri-ciri, dan Organisasi Kehidupan”
[10] Trianto, Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Perspektif Islam dan Barat (Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher, 2007) hlm. 181.
[11] Greg Soetomo, Sains dan Problem Ketuhanan. (Yogyakarta : Penerbit Kanisius, 2002)hlm 58.
[12] Louis Leahy, Sains dan Agama dalam Konteks zaman Ini. (Yogyakart : Pustaka Kanisius, 2001)hlm 66.

[13] Aldy Pradhana dan Yongki Sutoyo, “Worldview Islam sebagai Basis Pengembangan Ilmu Fisika” Jurnal Tsaqafah vol.15 , no.2 , November 2019, hlm. 191.
[14] Trianto, op.cit. hlm. 189.
[15] A. Rusli, “Pendidikan Fisika Untuk Abad ke 21: Kesadaran, Wawasan, Kedalaman, Etika” Jurnal Fisika Indonesia No: 50, Vol XVII, Edisi Agustus 2013, hlm. 16.
[16] Rayhan Farrisy Yasir, “Benarkah Ilmu fisika Berasal dari Islam? Apa Pengertian dan Tujuan Utamanya?” https://www.kompasiana.com/rayhanfarrisy/5dfb29ad097f36632e46ef22/benarkah-ilmu-fisika-berasal-dari-islam-lantas-apa-ya-pengertian-dan-tujuan-utama-daripada-ilmu-tersebut diakses pada 25 Februari 2020 pukul 16.05
[17] Trianto, op.cit hlm. 198
[18] Siti Istijabatun, “Pengaruh Pengetahuan Alam Terhadap Pemahaman Mata Pelajaran Kimia” Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, vol .2, no. 2, 2008, hlm. 323.
[19] Tri Murtiningrum, dkk. “Pembelajaran Kimia dengan Problem Solving Menggunakan Media E-Learning dan Komik Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Abstrak dan Kreativitas Siswa” JURNAL INKUIRI vol. 2, no. 3 ,Tahun 2013, hlm. 289
[20] Trianto, op.cit hlm. 200.
[21] Loc.cit.
[22] Abu ahmadi, dkk. Ilmu Alamiah Dasar (Jakarta:  Rineka Cipta, Jakarta,1991) hlm. 40
[23] Siti Maunah, “Hakikat Alam Semesta Menurut Filsuf Islam” Jurnal Madaniyah vol. 9, No1, januari 2019, hlm. 5
[24] Utari Purwo Astuti, “Penciptaan Alam Semesra di Antara Sains dan Al-Qur’an” https://www.kompasiana.com/utaripurwo8060/5e043c82097f3667bb000164/penciptaan-alam-semesta-diantara-sains-dan-al-quran?page=all diakses pada 6 Maret 2020 pukul 05.07
[25] Ibid, hlm 42.
[26] Acmad Marconi, Bagaimana Alam Semesta Diciptakan” (Dunia Pustaka Jaya, Jakarta, 2003) hlm. 120
[27] Asy-Syafrowi Mahfud, Bumi Sebelum manusia Tercipta. (tk.: Mutiara Media 2014) hlm 21.
[28] Siti Maunah, op.cit, hlm. 7
[29] Tamuji, dkk.”Ilmu Alamiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar (IAD-ISD-IBD)”, (Surabaya: UIN Sunan Ampel Press, 2019) hlm. 30
[30] Siti Maunah, op.cit., hlm. 6
[31] Hartono, “Geografi: jelajah bumi dan alam semesta”, (Bandung: Citra Praya, 2007), hlm 29
[32] Ibid., hlm 36.
[33] Richa Dwi Rahmawati, “Pembelajaran IPA Berbasis Integrasi Islam Sains Pada Pokok Bahasan Penciptaan Alam Semesta dan Tata Surya”, Journal of Natural Science and Integration, vol 1 No 2,  2019, hlm 204.
[34] Agung setiawan , ”Membuka Wawasan Dengan Geografi Untuk Kelas X SMA/MA” (Sleman: Budi Utama,2018) hlm. 125
[35] Ibid.
[36] Ibid., hlm. 128
[37] Khilyatul Khoiriyah, “Evolusi Bintang Pada Pembentukan Tata Surya dan Sistem Keplanetan” Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi, vol. 5, no. 2, Tahun 2016, hlm. 248
[38] Oka Saputra, “Revolusi Dalam Perkembangan Astronomi: Hilangnya Pluto Dalam Keanggotaan Planet Pada Sistem Tata Surya” Jurnal Filsafat Indonesia, vol. 1 ,no. 1 , Tahun 2018, hlm. 72
[39] Agung Setiawan, op.cit., hlm. 135
[40] Rachma Dania, “Perbedaan Benda Langit: dari Asteroid, Meteorit, Hingga Komet” https://tirto.id/perbedaan-benda-langit-dari-asteroid-meteorit-hingga-komet-eg2t diakses pada 1 Maret 2020 pukul 19.40
[41] Trisno Heriyanto, “Ilmuwan Berhasil Ungkap Kehidupan  Pertama di Bumi” https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150323132658-199-41165/ilmuwan-berhasil-ungkap-kehidupan-pertama-di-bumi diakses pada 29 Februari 2020 pukul 21.02
[42] Ayu Ratnasari, “Tata Surya Kehidupan” (https://www.kompasiana.com/ayuratna/598d4ffd835be76fd3693462/tata-surya-kehidupan, diakses pada 5 Maret 2020 pukul 10.50 )
[43] Endang Kusumah Ayu, “Proses Penciptaan  Manusia Menurut Al-Qur’an” https://www.kompasiana.com/kusumahayu/5df04883d541df20a648bc82/proses-penciptaan-manusia-menurut-al-qur-an?page=all diakses pada 06 Maret 2020 pukul 03.57

Comments

  1. informasinya sangat jelas, semoga membantu

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah infonya sangat membantu

    ReplyDelete
  3. alhamdulillah sangat lengkap dan bagus sekali pembahasannya

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah sangat lengkap dan bagus sekali pembahasannya

    ReplyDelete
  5. Sangat detail dan menarik untuk dibaca

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah. Terima kasih. Sangat bermanfaat sekalii🤗

    ReplyDelete
  7. terimakasih artikel nya sangat membantu, sangat detail dan mudah difahami untuk pembaca

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah... Artikelnya sangat membantu sekali dalam menambah pengetahuan. Semoga bermanfaat dan lebih baik untuk kedepannya.

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah artikelnya sangat bermanfaat, barakallah sukses selalu

    ReplyDelete
  10. sangat menarik sekali pembahasan tentang semesta ini

    ReplyDelete
  11. Sangat membantu dan bermanfaat.. barokallah

    ReplyDelete
  12. Subhanallah artikel yang bermanfaat

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah, terimakasih banyak kak atas ilmu nya, semoga allah memberikan kita kemudahan dalam menuntut ilmu...

    ReplyDelete
  14. Terimakasih, artikelnya sangat membantu menambah wawasan

    ReplyDelete
  15. alhamdulillah, sangat membantu sekali

    ReplyDelete
  16. Materinya sangat membantu, semoga bermanfaat buat semua

    ReplyDelete
  17. MASYAALLAH ILMU YANG DIBERIKAN ALLAH ITU MEMANG LUAR BIASA.
    Terima kasih penjelasan yang diberi pasti akan sangat bermanfaat bagi saya di dunia maupun akhirat :)

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah sangat membantu dan bermanfaat..

    ReplyDelete
  19. Wah mantap bgt infonya lengkap

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Eksistensi Smartphone Bagi Mahasiswa

EKSISTENSI SMARTPHONE BAGI MAHASISWA Teknologi informasi adalah tata cara atau sistem yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pesan atau informasi. Mengutip dari buku Teknologi Informasi & Komunikasi halaman 3 karangan Y. Maryono, pengertian teknologi informasi dapat diartikan sebagai pemanfaatan perangkat komputer sebagai alat untuk memproses, menyajikan, serta mengelola data dan informasi dengan berbasis peralatan komunikasi. Metode ilmiah ini sendiri juga mempunyai banyak makna dalam berbagai konteks pengetahuan, yaitu pengetahuan manusia untuk menggabungkan sumber daya, memecahkan masalah, dan memenuhi kebutuhan. Seiring perkembangan jaman, teknologi informasi menjadi peranan penting dalam kehidupan manusia. Teknologi mengalami banyak sekali kemajuan yang dapat memenuhi banyak sekali kebutuhan manusia dengan mudah contohnya sebagai sumber informasi dan juga sebagai sarana hiburan. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan terapan ini, segala sesuatu menjadi...